Gandeng Komunitas Mobil Off Road, KKN-T IPB Sambangi Dukuh Terisolir

 

Tegal – Mahasiswa Program Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Wotgalih, Kecamatan Jatinegara Tegal bekerjasama dengan komunitas mobil off road Vitara Escudo Sidekick atau sering disebut VES Community Region Bregas Pantura melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di Dukuh Karangsari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Bakti sosial meliputi tiga aspek yaitu pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

Dukuh Karangsari dipilih karena lokasinya yang terisolir. Dukuh yang merupakan bagian dari Desa Wotgalih hingga saat ini masih belum memiliki akses jalan yang baik. Warga desa harus menempuh jarak kurang lebih 10 km melalui hutan jati dengan jalanan yang sebagian besar cukup ekstrim, masih berupa tanah, dan hanya bisa dilalui kendaraan di saat musim kering. Alternatif jalan lainnya adalah menuju arah Kabupaten Pemalang dengan menyeberangi Kali Rambut yang licin, dimana setiap musim penghujan sungai akan meluap dan banjir. Kondisi dukuh yang demikian membuat akses kesehatan dan pendidikan juga sulit dijangkau.

VESCom yang dikomandani oleh Amin Yunianto menerjunkan timnya dan 14 mobil off roadnya membantu mengangkut logistik baksos berupa buku-buku sekolah, perlengkapan masjid dan bibit buah.

Kegiatan Baksos dilaksanakan selama dua hari, dimana hari pertama fokus pada kegiatan pendidikan dan kesehatan. Di pagi hari, mahasiswa didampingi oleh Agustina Widi sebagai Dosen Pendamping Lapang (DPL) melakukan kegiatan belajar bersama siswa SD Negeri 3 Wotgalih, yang kemudian ditutup dengan membangun perpustakaan mini sekolah dengan buku-buku donasi dari berbagai pihak. “Perpustakaan ini akan sangat bermanfaat untuk siswa disini yang semangat belajarnya tinggi tetapi dilingkupi banyak keterbatasan akses ke sumber belajar” ujar Endang sebagai Kepala Sekolah.

Setelah kegiatan pendidikan berakhir, masih di tempat yang sama dilaksanakanlah kegiatan pengobatan gratis untuk warga. Sejumlah tim kesehatan dan obat-obatan didatangkan dari UPTD Kesehatan Puskesmas Jatinegara. Tim medis yang dikoordinatori oleh Rereb Kanthi melayani sekitar 100 warga dengan keluhan dominan nyeri persendian, gatal-gatal, pusing, dan hipertensi. Warga sangat antusias dengan adanya pengobatan gratis malam ini, karena di dukuh tersebut tidak ada fasilitas kesehatan bisa mereka datangi. Ketika ada yang sakit, warga hanya bisa menunggu kunjungan rutin tim puskesmas sebulan sekali atau membawa pasien menempuh perjalanan jauh keluar dukuh.

Esok paginya, tim KKN-T IPB, VESCom dan warga bahu-membahu melakukan penanaman bibit pohon. Sebanyak 150 bibit buah-buahan seperti durian, jambu, dan petai ditanam di sekitar dukuh. “Dukuh Karangsari ini sangat gersang, kalau musim kering seperti ini kami kesulitan air, sedangkan kalau hujan kami kena banjir. Semoga bibit yang ditanam hari ini bisa menghijaukan lagi lingkungan, kami juga bisa menikmati buahnya. InsyaAllah kami akan merawat agar bibit ini terus tumbuh” ungkap Dirman selaku RW.

Kegiatan baksos dihadiri pula oleh Dedi Yatno (Sekretaris Desa Wotgalih) dan jajarannya. Dedi mengungkapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada tim IPB yang telah banyak melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat untuk masyarakat selama KKN di Desa Wotgalih. “Banyak pencerahan selama mahasiswa ada disini, misalnya saja sosialisasi tentang perlindungan kawasan hutan. Sejak hutan-hutan dibabat hingga gundul dan diganti dengan tanaman jagung, warga Wotgalih merasakan betul dampak akibat perubahan tutupan hutan menjadi ladang, banyak penyakit, kekeringan, kualitas udara yang semakin buruk, juga banjir. Saya senang sekali, mahasiswa tidak saja sosialisasi, tetapi hari ini juga langsung aksi dengan penanaman pohon. Saya harap IPB bisa kembali menerjunkan mahasiswa pada kesempatan selanjutnya” ungkap Dedi.

Dari pihak IPB yang diwakili oleh Dr. Hartoyo selaku Ketua Program Studi S1 Bisnis SB-IPB menyambut ajakan untuk kembali mengirim mahasiswa KKN di Wotgalih kembali. Hartoyo juga menyampaikan bahwa di IPB banyak sekali inovasi-inovasi yang mungkin akan bermanfaat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan desa, khususnya di bidang pertanian. Keberadaan mahasiswa KKN juga diharapkan bisa memberikan inspirasi kepada warga agar terus bersemangat mengantarkan putra-putrinya meneruskan pendidikan hingga perguruan tinggi, sehingga bisa menjadi sumber penggerak pembangunan desa.

Dukuh Karangsari adalah bagian kecil dari masyarakat yang masih perlu dibantu. Kelestarian alam, sumber penghidupan dan pendidikan menjadi pesan utama yang harus diperhatikan dalam membangun desa dan wilayahnya.