Belum Miliki Akses Jalan Masuk, Pembangunan Terminal Parung Molor

PARUNG –  bogorOnline.com

Terminal Parung yang dinilai akan mengurai kemacetan, sepertinya akan semakin sulit terealisasi dalam waktu dekat. Pasalnya, meski sudah direncanakan selama bertahun – tahun, ternyata hingga hari ini proses pembebasan lahan untuk akses jalan masuk ke terminal tersebut belum juga rampung.

Tokoh masyarakat Kecamatan Parung Benni SM, menuturkan, hingga hari ini belum ada kejelasan lahan mana yang akan dipilih dan dibebaskan sebagai jalur akses jalan keluar masuk ke lokasi terminal.

Meski dirinya mengaku sudah mendengar ada pertemuan – pertemuan antara Pemkab Bogor dan beberapa pemilik lahan yang rencananya akan digunakan sebagai akses masuk.

“Yang pasti sejauh ini perkembangan dan kepastiannya belum ada. Kalau terus begini, dampaknya rencana pembangunan terminal pasti molor. Masa iya terminal nggak punya akses jalan keluar masuk,” ungkap Benni, Senin (19/8/19).

Kepala Bidang Terminal dan Angkutan Dishub Kabupaten Bogor, Dudi Rukmayadi mengatakan, pembangunan terminal akan tetap dilaksanakan. Saat ini, karena terminal Parung masuk tipe B yang pengelolaan dan kewenangannya ada di Provinsi.

“Sedang dilakukan review DED oleh Dishub Provinsi Jawa Barat. Kalau lahan untuk terminal kan sudah ada, sekarang sedang review DED untuk kajian pembangunannya,” ujarnya.

Dedi Rukmayadi menerangkan, pada prinsipnya Dishub maupun Pemkab Bogor ingin merealisasikan pembangunan terminal Parung sebagai peningkatan pelayanan publik, terlepas siapapun yang membangun dan dari manapun anggarannya.

Sementara terkait pembebasan lahan untuk jalur akses jalan keluar masuk terminal yang hingga hari ini belum terealisasi, Dudi Rukmayadi mengaku itu bukan ranah kewenangan pihak Dishub.

“Itu bukan tupoksi kami menjawab, karena itu ranahnya dinas lain. Meski memang harus ada rencana terintegrasi dalam pembangunan,” ucapnya.

Terpisah Bambang Hermawan, Kepala UPT wilayah I Bogor pada Dishub Provinsi Jawa Barat menjelaskan, hingga saat ini pihaknya memang sedang melakukan review detail engineering design (DED) terminal Parung. Proses ini dilakukan untuk lebih mengkaji kebutuhan anggaran biaya pembangunan.

“Kalau soal kendala tidak adanya lahan akses jalan masuk saya belum dengar. Namun tentunya pembangunan sebuah terminal, pasti butuh akses jalan untuk keluar masuk kendaraan,” Pungkasnya. (Mul)