DPUPR Minta Kontraktor Kebut Proyek Kolam Retensi

Kota Bogor – bogorOnline.com

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor menyatakan bakal mempercepat proses pembangunan dan penataan kolam retensi Kelurahan Tanah Baru atau tepatnya di belakang Rusunawa Cibuluh. Percepatan dilakukan guna mengantisipasi pekerjaan jangan sampai terkendala dengan kondisi cuaca musim hujan.

Berdasarkan laman LPSE Kota Bogor, proyek tender yang dibiayai APBD 2019 ini dimenangkan oleh CV. Ananda Azka Perkasa senilai Rp 8,8 miliar dari pagu anggaran sebesar Rp 9,6 miliar.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada DPUPR, Satia Mulya mengemukakan, proyek kolam retensi sejauh ini tengah persiapan untuk pamasangan sheet pile beton. Dari rencana, alat berat berupa beko mulai masuk ke lokasi proyek pekan depan.

“Yang jelas kita kerja dipercepat takut musim hujan. Dikebut minimal di galian tanahnya. Di lokasi juga aman tidak terganggu warga, akses masuk tersendiri. Sosialisasi ke warga, Rusunawa, kelurahan terkait penggunaan jalan masuk juga sudah,” kata Satia baru-baru ini.

Pekerjaan proyek ini akan dilaksanakan selama 150 hari kalender sampai dengan 27 Desember. Kolam retensi akan dibangun seluas 3.300 meterpersegi dari total luas lahan 4.000 meterpersegi. Untuk kedalaman kolam sendiri variatif rata-rata 5 meter.

Satia lanjut menjelaskan, bahwa kolam retensi dibangun sebagai salah satu upaya dalam penanggulangan banjir. Sebab kolam tersebut berfungsi sebagai penahan air.

“Kolam ini bisa menampung kurang lebih 15.000 kubik air sehingga bisa menahan 5 jam laju air dari kali Cibagolo. Pintu air juga dibuat otomatis, sehingga ketika ada air pintu terbuka sendiri,” ujarnya.

Baginya proyek ini optimis dapat rampung sesuai pekerjaan selama 150 hari kalender. Karena itu, ia pun meminta kepada kontraktor untuk pekerjaan bisa dilakukan juga pada malam hari.

“(Waktu kerja) standardnya dari pagi sampai sore, tapi saya minta bisa tambahan waktu di malam hari. Tidak 24 jam. Mereka juga standby semua di sana dengan sewa kantor di Rusunawa,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pengelolaan kolam retensi nanti ada di instansi DPUPR Kota Bogor. Namun begitu, sambung Setia, proyek ini merupakan tahap pertama yang selanjutnya pekerjaan akses jalan ke lokasi kolam retensi.

“Jadi ini tahap pertama hanya pematang kolam retensi saja. Selanjutnya ada tahap kedua, akses jalan inspeksi yang dibiayai dari Banprov DKI Jakarta. Untuk tahap dua kita usulannya Rp 15 miliar,” tutupnya. (HRS)

Foto: dok.bogorkita