Jalani Dua Periode, Jenal Mutaqin Akui Masih Banyak PR

Kota Bogor – bogorOnline.com

Anggota DPRD Kota Bogor periode 2019 – 2024, Jenal Mutaqin mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum terealisasikan olehnya pada periode sebelumnya.

“Dua periode dan akan menjadi tiga periode ini memang banyak PR sudah melekat (dari masyarakat) yang belum terealisasi,” kata Jenal kepada masyarakat di sela acara syukuran seusai dilantik di gedung DPRD Kota Bogor, Selasa 20 Agustus 2019.

PR yang belum terealisasikan itu, di antaranya soal pengangguran, biaya pendidikan mahal dan kesulitan akses berobat. Selain itu, penyediaan lahan pemakaman di Sindangrasa, TPS per RW dan ambulan per kelurahan.

Jenal menyampaikan bahwa anggota DPRD memiliki tiga tugas, yakni terkait penganggaran, pengawasan dan peraturan daerah. Namun ada hal lain yang dinilainya paling berat adalah pengabdian kepada masyarakat.

“Seseorang ketika terpilih menjadi anggota dewan yang paling berat adalah pengabdian. Kita hadir ditengah masyarakat, mengeluh tentang hal apapun kita harus bisa. Jadi, kalau dewan tugasnya hanya tiga, saya rasa itu hal yang sangat mudah. Yang terkadang membuat saya frustasi itu ketika ada usulan masyarakat, belum terealisasikan,” bebernya.

Oleh karenanya, lanjut politisi Partai Gerindra ini, alangkah baiknya kolobarasi antara eksekutif dengan legislatif betul-betul terjalin sehingga apa yang menjadi aspirasi masyarakat ke anggota DPRD bisa terealisasikan. Iapun menegaskan, bahwa wali kota dengan dewan adalah hal yang tak bisa dipisahkan.

“Wali kota mungkin secara seremonial mewakili kegiatan-kegiatan Pemkot Bogor, tapi kalau dewan melekat, ketika hadir reses di tengah masyarakat mendengar yang sakit ditolak di rumah sakit, yang sekolah dipungut biaya besar. Ini yang kita dengar langsung jeritan-jeritan itu. Makanya alangkah disayangkan kalau dewan dengan wali kota tidak sinergi, dan wali kota tidak merespon apa yang kita usulkan,” imbuhnya.

Jenal mengungkapkan bahwa hal-hal itu yang disampaikannya kepada masyarakat. Namun ada pula suka yang dirasakan olehnya selama dua periode duduk di kursi DPRD. Jenal telah berhasil membuat masyarakat pintar dan cerdas dalam konteks memilih anggota DPRD.

“Bahwa memilih dewan itu bukan saat Pemilu, manfaatnya, tapi setelah dilantik, menjabat akan berbuat apa. Jadi bukan ambisi saya hanya menjadi dewan tapi ada pembelajaran politik selama 10 tahun kemarin saya berikan kepada mereka dengan hasil 4.900 suara, alhamdulilah. Atau mereka yang memilih saya sudah mulai berpikir bahwa ternyata kalau memilih dewan itu harus tahu dulu manfaatnya untuk apa,” ungkapnya.

Kedepan di periode ketiga, ia berharap bisa menjalankan tugas sebagai wakil rakyat lebih maksimal lagi termasuk memperjuangkan aspirasi-aspirasi masyarakat yang belum terealisasikan hingga saat ini.

“Target saya adalah terdorong oleh harapan-harapan masyarakat yang selama ini belum terselesaikan,” tukasnya.

Acara syukuran yang berlangsung di Saung Dulur JM dihadiri kurang lebih 430 orang. Dalam acara itu diisi pula dengan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. (HRS)