Jelang Idul Adha, Juleha Dilatih Cara Potong Hewan Kurban

Kota Bogor – bogorOnline.com

Sebanyak 68 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Bogor tampak antusias menyimak pemaparan narasumber dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor.

Para DKM ini hadir mengikuti rangkaian pelatihan untuk juru sembelih halal (Juleha) sekaligus sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban yang diadakan Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai 5 sampai 6 Agustus 2019 di ruang Paseban Sri Baduga untuk materi dan prakteknya di UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Bogor, Bubulak.

Kepala Bidang Pertenakan Distani Kota Bogor, Drh. Wina MA mengatakan, kegiatan yang diadakan menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan para DKM dalam hal penyembelihan hewan sampai pedistribusi daging kurban ke masyarakat.

“Pesertanya ada 68 DKM. Mereka terpilih melalui seleksi berdasarkan paling banyak melakukan pemotongan hewan kurban. Salah satunya kita ajak juga DKM Darusalam dari Istana Kepresidenan Bogor. Kita inginnya peserta itu semua DKM di Kota Bogor tapi mungkin bergantian di tahun depan,” kata Drh. Wina, Senin 5 Agustus 2019.

Dalam kegiatan di ruang Paseban Sri Baduga, narasumber memaparkan tentang pemilihan hewan kurban sehat yang dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Dijelaskan juga mengenai hewan kurban cukup umur yang bisa diketahui dari susunan giginya.

Kemudian peserta juga mendapatkan penjelasan tentang pemotongan hewan kurban harus dilakukan di tempat-tempat yang memenuhi persyaratan dan teknik pemotongan sesuai dengan syariat Islam dilakukan oleh juru sembelih halal.

“Termasuk pendistribusian daging, itu sesuai kaidah kesehatan dan menggunakan wadah yang ramah lingkungan. Dan apabila masyarakat masih ragu, misalnya tengah hewan kurban, sehat atau tidak, dagingnya layak atau tidak bisa menghubungi lebih lanjut Dinas Pertanian,” tambahnya.

Lebih lanjut dituturkan Drh. Wina, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim sesuai membuka kegiatan saat sambutannya menyampaikan juga bahwa masyarakat terutama para DKM dalam pembagian daging kurban jangan sampai menggunakan bahan kantong plastik. Dalam arahannya, masyarakat bisa menggunakan alternatif lain misalnya besek seperti yang dilakukan di Kelurahan Sempur.

Menurut Drh. Wina, bahwa minat untuk melaksanakan ibadah kurban di Kota Bogor sejauh ini sangat tinggi. Selain itu, ia menilai Kota Bogor juga unik dikarenakan banyak masyarakat dari luar membeli hewan-hewan kurban di kota berjuluk kota hujan ini.

“Jadi banyak masyarakat seperti dari Jakarta dan sekitarnya yang membeli hewan kurban di Kota Bogor. Ini artinya, hewan kurban yang ada Kota Bogor ini memenuhi syarat kesehatan, di antaranya dilengkapi SKKH,” ujarnya.

Selain pelatihan, agenda Distani selanjutnya adalah pembukaan bursa hewan kurban di halaman kantor Puslitbangnak pada 6 Agustus. Besok harinya, pemeriksaan ante mortem berkeliling ke tempat-tempat penjualan hewan kurban untuk mengantisipasi hewan sakit. Pemeriksaan ini melibatkan 150 dokter hewan dibantu mahasiswa IPB.

Dari data seminggu terakhir yang dikantongi Drh. Wina, hewan kurban yang masuk ke Kota Bogor sejumlah 1.000 ekor sapi dan domba di UPTD RPH Bubulak. Lainnya, 100 lebih ekor sapi berada di sentra pertenakan Kebon Pedes.

“Hewan-hewan itu didatangkan dari Jawa Tengah dan juga Bali,” tandasnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *