Melawan saat Ditangkap, Pelaku Curanmor Ditembak Polisi di Kota Bogor

Kota Bogor – bogorOnline.com

Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil meringkus komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beroperasi di wilayah Bogor dan Sukabumi. Satu pelaku curanmor berinisial AO (20) terpaksa dilumpuhkan di bagian kakinya dengan timah panas lantaran melawan saat ditangkap polisi.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Hendri Fiuser mengatakan, penangkapan pelaku berawal pada saat team Resmob Polresta Bogor sedang melakukan patroli rutin di wilayah KH. Abdullah Bin Nuh, Bogor Barat pada 24 Juli 2019. Tim kemudian mencurigai salahsatu pengendara sepeda motor dan berusaha menghentikan laju kendaraannya.

“Pengendara tidak mau menghentikan laju kendaraan tersebut,” ungkapnya kepada awak media di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Selasa 6 Agustus 2019.

Lanjut Hendri, anggota kemudian menendang pengendara tersebut hingga terjatuh dan tersungkur. Saat berhasil diamankan di salahsatu pelaku didapati sepucuk senjata api rakitan berikut tiga butir peluru.

“Betul, saat penangkapan, pelaku membawa senjata api jenis rakitan beserta peluru berkaliber 38,” ungkap Hendri.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Niko N Adiputra mengatakan, selain para pelaku dari hasil pengungkapkan tersebut diamankan barang bukti kendaraan roda dua dan roda empat hasil pencurian serta sejumlah kunci leter T dan satu pucuk senjata api.

“Yang satu ini saat mengambil kendaraan roda empat, dia sudah mencungkil kunci sudah diganti juga dengan socket. Nah pada saat kami akan gerebek yang bersangkutan melakukan perlawanan, kami amankan juga senjata api dan peluru dari pelaku ini,” tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Undang Undang Darurat Republik Indonesia 51/1951 tentang kepemikikan senjata api dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Ia lanjut menjelaskan, pelaku AO ditangkap dengan empat rekannya di tempat yang berbeda. Sementara dua orang lagi masih diburu pihak kepolisian.

“Pelaku kenapa ditembak, saat penangkapan pelaku melakukan perlawanan. Mereka biasa beraksi di wilayah Bogor dan Sukabumi. Tercatat ada 13 TKP di Kota Bogor serta empat di Kabupaten Bogor. Kami koordinasikan dengan kepolisian Sukabumi juga terkait penangkapan para pelaku ini. Komplotan ini setiap melakukan aksinya hanya Jumat saja libur. Hasil dari aksinya dihabiskan untuk foya-foya,” pungkasnya. (HRS)