Mencetak Wartawan Profesional, PWI Kabupaten Bogor Adakan Diklat Jurnalistik

Cibinong, bogoronline.com- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor mengadakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) jurnalistik. Pelatihan diikuti wartawan dari berbagai media, baik cetak, elektronik maupun online yang meliput di wilayah itu. Acara yang dilaksanakan di Gedung Tegar Beriman, Rabu (21/8/2019) kemarin, dihadiri unsur PWI Jawa Barat, unsur pimpinan daerah, Diskominfo, Kodim 0621 Surya Kenca dan Polres Bogor.

Ketua panitia pelaksana M. Dauri mengatakan, thema yang diusung pada pelatihan ini adalah, Dengan orientasi organisasi PWI yang profesional, berkompeten dan independen, mendukung Kabupaten Bogor nyaman, maju dan berkeadaban’. Diharapkan, dalam diklat wartawan memperhatikan materi yang diajarkan.

“Sesuai thema yang kita usung, kegiatan ini kita laksanakan untuk para jurnalis yang meliput di Kabupaten Bogor. Dengan harapan, peserta dapat mendapatkan ilmu pengetahuan menulis berita,” kata Dauri dalam sambutannya.

Dengan peserta sebanyak 87 wartawan dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor, dari timur, barat, termasuk dari Cibinong. “Saya ucapkan terimakasih kepada peserta diklat. Semoga, hasil dari diklat hari ini dapat diterapkan di lapangan sebagai wartawan profesional,” tukas Dauri.

Ketua PWI Kabupaten Bogor H. Subagio mengatakan, kegiatan pelatihan ini, ada nilai tambahnya. Selain jadi ajang silaturrahmi karena dapat mengumpulkan wartawan untuk mengikuti orientasi, peserta juga dapat mengambil ilmu untuk digunakan saat meliput.

“Semangat teman-teman dalam mengikuti pelatihan ini, sangat nampak. Terlihat dari kesadaran dalam mengikuti pembelajaran untuk mendapatkan ilmu jurnalistik agar lebih profesional. Terutama memperhatikan kode etik jurnalis,” kata Subagio.

Sementara itu, pembina PWI Kabupaten Bogor H Bustanul Daham, dari program orientasi pelatihan ini merupakan pintu pertama untuk pembinaan jurnalis kedepannya. Sehingga akan muncul wartawan yang lebih baik dan berbobot dari yang lain.

“Pekerjaan wartawan tidak gampang, profesi ini adalah pekerjaan yang mulia. Makanya, setiap wartawan harus menguasai permasalahan dengan ilmunya,” tandas Bustanul.
(edi/kus)