Polisi Bekuk 7 Tersangka Narkoba, 1 Orang Diburu Tinggalkan Ganja 2 Kg

Kota Bogor – bogorOnline.com

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bogor Kota berhasil membekuk tujuh tersangka kasus tindak pidana narkotika di wilayah hukumnya dengan total barang bukti sabu seberat 57 gram dan 2.520 gram ganja.

Dari sejumlah narkotika jenis ganja tersebut dua kilogram paket ganja ditemukan di dekat warung di wilayah Bogor Selatan yang ditinggalkan pemiliknya. Sang pemilik sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah dalam pengejaran pihak kepolisian.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan bahwa total barang bukti yang diamankan seberat 57 gram sabu dan 2.520 gram ganja tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus selama kurun waktu dari 7 sampai dengan 28 Agustus 2019 di beberapa wilayah kota dan kabupaten Bogor.

“Ini bukti bahwa kita intens bahwa kita terus melakukan pencegahan peredaran narkoba di Kota Bogor dan Bogor Raya,” katanya sambil didampingi Kasatresnarkoba Kompol Indra Sani saat pres rilis di Mako Polresta Bogor Kota, Rabu 3 September 2019.

Hendri mengatakan bahwa barang bukti narkoba yang diamankan sudah dibungkus dalam klip-klip siap edar oleh para tersangka yang rata-rata bandar kecil. Sasaran peredarannya pun beragam mulai dari kalangan remaja hingga dewasa.

“Sekecil apapun informasi yang kita dapat di lapangan kita akan melakukan penyelidikan dan pendindakan agar peredaran ini tidak berakibat kepada pemakai maupun berkembangnya bandar-bandar atau peredaran narkoba,” ujarnya

Saat ditanya apakah ada narkoba jenis baru beredar di Kota Bogor, Hendri menjelaskan bahwa di Kota Bogor tidak ditemukan jenis baru. Namun terkait ini, kata Kapolresta, Satresnarkoba terus melakukan pendataan terbaru baik dari pusat maupun dari BNN.

“Sejauh ini kita belum temukan (narkoba jenis baru) masih umum, tapi penelusuran terus kita lakukan karena kita juga dapat input data update bagaimana narkoba jenis baru dan dimana peredarannya,” tandasnya.

Terhadap para tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 11 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit Rp 1 miliar. (HRS/BNI)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *