Dinilai Asal-Asalan, Masyarakat Desa Sukasari Pertanyakan Pengerjaan Proyek Jalan

RUMPIN – bogorOnline.com

Masyarakat Peduli Sukasari (MPS) mempertanyakan proyek pembangunan Infrastruktur jalan Raya Ciberem Sukamanah, Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor, yang dinilai asal-asalan.

Oleh karenanya warga pun menanyakan kualitas jalan atau komposisi yang dipakai untuk membangun jalan tersebut. Seperti yang dikemukakan seorang warga setempat, Oling sapaannya (40). Menurutnya, pengecoran dilakukan tidak mementingkan kualistas jalan.

“Mengenai pekerjaan kurang maksimal dari segi kerjanya dan pengurugan kurang bagus, seharusnya pakai alat berat dan juga seharusnya diwales agar kwalitas tanahnya benar-benar merata dan padat, tapi ini tidak,” ungkap Oling, Ahad (6/10/19).

Dia juga menjelaskan tahapan pengerjaan yang dilakukan pelaksana pekerjaannya. Bahkan sebelum dilalukan pengerasan sudah dipasang LC, dan pemadatannya tidak maksimal, jadi terkesan asal-asalan pengerjaan jalan dan alat berat juga tidak ada, kalau untuk perataan dengan pengurugan harus gunakan alat berat.

“Sehingga pengerasannya tidak maksimal, dan coran K3nya juga terkesan tidak lengkap, kalau seperti itu harus ada polis line untuk menjadi perhatian bagi pengendara sepeda motor atau mobil pribadi lainnya. Bahkan, pemadatannya belum maksimal sudah digelar coran,” katanya.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, kasi Ekbang Kecamatan Rumpin, Mulyadi mengatakan, akan menghubungi pihak pelaksana proyek untuk meminta disesuaikan dengan RAB dan akan melakukan kontrol kelokasi tersebut.

Kalau kurang pemadatan dan tidak ada alat berat itu soal teknis dalam pelaksakan pengerjaannya. Mengenai hal itu Mulyadi mengaku akan turun ke lokasi dan meminta pihak pemborong agar menyesuaikan dengan RAB tersebut.

“Adanya kontrol dari masyarakat itu hal yang wajar, karna memang masyarakat juga harus dilibatkan untuk mengawasi pelaksana pengerjaan jalan atau pembangunan program pemerintah,” ungkap Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, jalan yang sering dilintasi angkutan tambang itu memang harus sesuai pemadatan jalannya. Kalau pemadatan jalan tidak sesuai, bisa berakibat tidak maksimal untuk kualis pengecoran jalan, jika dilintasi nanti.

“Kalau coran jalan bagus serta menggunakan bahan yang bagus, tapi pemadatan jalan tidak sesuai sama saja bohong. Tapi besok saya akan temui pemborong dulu meminta penjelesannya, inikan baru ada informasi masyarakat, seperti apa kondisi dilapangan, saya juga kurang begitu ngetahui secara jelas,” pungkasnya. (Mul)