PGH PARUNGPANJANG




Lahan Terbatas, Petani Katulampa Budidaya Padi Organik

Kota Bogor – bogorOnline.com

KTD Bangun Tani Hias mulai menuai hasil dari penerapan budidaya padi organik secara bertahap di atas lahan seluas tiga hektar yang berada di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.  

Ketua KTD Bangun Tani Hias, H. Salim Abdullah mengatakan, pihaknya mulai menggarap budidaya padi organik jenis varietas sintanur sejak Juni 2019. Dan hari ini merupakan panen perdana setelah umur tanam selama 115 hari kalender.

“Kita mulai taman padi bulan Juni tahun ini kemudian sekarang mulai memanen. Panen padi organik pertama kita di lahan seluas 5.000 meter persegi dan selanjutnya secara bertahap di atas lahan dua hektar,” terang H. Aab biasa disapa.

Penerapan budidaya padi organik ini memang baru pertama kali dilakukan oleh KTD Bangun Tani Hias. Meskipun para petani saat ini telah berhasil dengan panen berlimpah ada kendala yang dihadapi terutama masalah pengangkutan pupuk organik untuk sampai ke pematang sawah.

“Kesulitan bagi petani ada saja. Tanaman perlu nutrisi atau makanan. Yang agak repot itu mobilisasi untuk pengangkutan pupuk organik. Seperti pupuk kandang per hektar dibutuhkan kurang lebih 20 ton. Nah, pengangkutan dari truk sampai ke pematang-pematang butuh waktu dan tenaga,” ungkapnya. 

Selama ini, pihaknya menggunakan pupuk organik alami yang berasal dari kandang ternak. Seperti Domba, Sapi dan Maggot Lalat Hitam. Tak hanya itu, sampah rumah tangga yang diubah menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi.

“Kita juga manfaatkan sisa-sisa makanan dan sebagainya. Kemudian difermentasi jadi pupuk. Jadi jangan sampai limbah rumah tangga ini untuk mencemari lingkungan tapi kita manfaatkan menjadi pupuk organik,” kata H. Aab.

Ia juga menjelaskan salah satu faktor beralihnya usahatani di wilayahnya dengan lebih mengembangkan penerapan budidaya padi organik lantaran lahan pertanian di wilayah Kota Bogor dari tahun ke tahun mengalami penyusutan.

“Sekarang ini distribusi pupuk untuk non organik ada yang subsidi dan non subsidi. Khusus untuk wilayah Kota Bogor lahan pertanian terbatas sehingga untuk pendistribusian ada keterbatasan. Nah, selanjutnya jangan sampai kita tergantung kepada pupuk kimiawi sekarang kita lebih fokus kepada pupuk organik yaitu pupuk kandang, apalagi limbah rumah tangga sangat besar,” jelasnya. 

Ia juga menjelaskan, bahwa beras organik yang dihasilkan secara alami memiliki rasa berbeda dari beras biasanya, yakni lebih pulen dan tidak mudah basi. Selain itu, keunggulan menanam padi organik juga dapat meningkatkan hasil produksi padi dan pendapatan bagi petani.

“Kementerian Pertanian tadi telah menghitung hasil produksi rata-rata 9 sampai 11,7 ton per hektar. Jadi lebih unggul dan harganya lebih tinggi sehingga menguntungkan bagi petani,” tandasnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *