PDPPJ Pastikan Proyek Blok F sesuai Jadwal

Kota Bogor – bogorOnline.com

Perusahan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) Kota Bogor memastikan pembangunan revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang yang berlokasi di bilangan Jalan Dewi Sartika, Bogor Tengah berjalan sesuai jadwal.

Proyek yang dibangun oleh investor, PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Utama itu saat ini tengah memasuki tahap pemasangan tiang pancang. Sedikitnya ada 858 tiang pancang yang ditanam dengan waktu pekerjaan sebulan.

“Untuk pemasangan tiang pancang ditargetkan satu bulan sesuai SPK (surat perintah kerja). Sekarang sudah hampir dua minggu dan pekerjaan sudah mencapai 50 persen,” kata Direktur Operasional PDPPJ, Denny Ari Wibowo kepada awak media, Rabu 9 Oktober 2019.

Denny membenarkan bahwa kondisi cuaca hujan saat ini dapat mempengaruhi pekerjaan pemasangan tiang pancang di lokasi proyek. Namun, pihak PDPPJ memastikan bahwa proyek akan selesai tidak melebihi batas waktu pekerjaan.

“Kita sudah menekankan ke PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Utama kalau bisa maksimal satu tahun. Ya, kalau di PKS (Perjanjian Kerjasama) 18 bulan. Untuk bulan ini juga, karena musim hujan sudah diminta diatur pekerjaan sesuai schedule yang ada,” tambah Denny.

Tak hanya Blok F, PDPPJ merencanakan juga revitalisasi pasar Sukasari dengan skema pembiayaan oleh investor pada tahun ini. Selain itu, terhadap pasar Pada Suka (Cumpok), Tanah Baru dan Pamoyanan yang akan dibangun dengan sumber dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) 2020.

“Untuk pasar Sukasari oleh pihak ketiga melalui beauty contest. Konsepnya masih yang dulu ada hotel dan convention center karena belum ada kajian yang fix. Ya, kalau estimasi biaya sekitar Rp 200 miliar,” ujar Denny.

Sedangkan, estimasi kebutuhan untuk biaya pembangunan pasar Tanah Baru diperkirakan mencapai di atas Rp 10 miliar. Kemudian pasar Pamoyanan antara Rp 3 sampai 4 miliar. Sedangkan pasar Cumpok sekitar Rp 11 miliar lantaran dibangun dua lantai.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sekait revitalisasi pasar Sukasari ada beberapa persiapan yang telah dilakukan pihaknya. Di antaranya, lahan seluas 5.000 meter persegi. Adapun lahan sisanya menunggu proses serah terima gedung ruko yang berada di samping pasar Sukasari.

“Kita sudah koordinasi dengan BPKAD dan pengembang ruko dulu. Jadi, bulan November ini berakhir, dan akan ada proses serah terima. Setelah itu barulah kita bahas soal sertifikat-nya,” tandas Denny. (HRS)