Selain Jalan, Warga Buanajaya Butuh Jembatan

Tanjungsari, bogorOnline.com – Jembatan penghubung Kampung Babakan Peuntas dengan Babakan Kadu Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor dikeluhkan warga. Walau jalan sepanjang 2,5 KM yang sedang dikerjakan TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 106 namun warga sekitar merasa belum puas.

Pasalnya, jembatan diatas Sungai Cimapag itu kondisinya mulai memprihatinkan. Karena hanya terbuat dari bambu yang mulai rapuh. Padahal, Jembatan itu merupakan akses satu-satunya menuju lokasi TMMD 106 yang telah dibuka Bupati Bogor Ade Yasin, Rabu (2/10) lalu.

“Warga sangat gembira menyambut program TMMD ini, karena dapat membuka akses bepergian ke wilayah Cianjur dan Purwakarta. Dulu ada jalan, tapi tidak bisa dilalui kendaraan bermotor karena hanya jalan setapak,” kata salah satu warga Buanajaya Odih kepada bogoronline.com kemarin di Kampung Babakan Kadu.

Lanjut dia, namun kalau hanya jalan yang dibangun pemerintah, tidak membangun jembatan percuma saja. Karena jembatan Cimapag merupakan satu-satunya akses menuju kampung Babakan Peuntas. Sehingga tidak ada pilihan pemerintah selain membangun jembatan itu.

“Apalagi kalau sudah masuk musim penghujan, jembatan itu riskan terbawa air. Dulu ada jembatan gantung dari pemerintah, tapi hanyut dibawa banjir saat Cimapag banjir bandang,” lanjut dia.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar menyambut hangat permintaan warga Buanajaya. Menurut dia, Bogor membangun merupakan salah satu program pemerintah yang tertuang dalam Pancakarsa. Menjawab kebutuhan warga dengan menyiapkan sarana transportasi, jalan dan jembatan.

“Sebagai perwakilan rakyat, akan berupaya menjawab setiap keluhan masyarakat. Termasuk ketersediaan sarana transportasi, jalan dan jembatan. Untuk anggaran, selama itu untuk kepentingan rakyat, akan kita perjuangkan,” tandas Beben Suhendar yang juga mantan Camat Tanjungsari ini. (soeft)