Warga Parungpanjang Dilatih Jaga Perlintasan yang tidak Memiliki Palang Pintu

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Tiga Perlintasan kereta Listrik Commuter Line yang belum memiliki palang pintu yang layak di wilayah Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor akan dijaga petugas yang terlatih. 
Hal itu dilakukan, karena banyaknya aduan dari masyarakat terkait perlintasan kereta yang tidak memiliki palang pintu tersebut

Menanggapi hal itu, Kementrian Perhubungan (Kemenhub RI) melalui Direktorat Jendral Perkereta Apian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor merekrut sejumlah warga yang bertugas menjaga perlintasan kereta listrik Commuter line di perlintas yang belum mimiliki palang pintu yang resmi.

Sekcam Parungpanjang, Icang Aliyudin mengungkapkan, sebanyak 8 orang diambil dari warga Desa Kabasiran 4 orang dan 4 orang warga Desa Parungpanjang ini, yang nantinya akan diambil menjadi pegawai Outsourcing Dishub Kab. Bogor. Jadi bukan membuat palang pintu kereta listrik Commuter line.

“Rekrutmen ini dilakukan secara serentak. Namun palang pintu seperti adanya saat ini tapi ada penjaga, kalau ini bicara sumber daya manusia (SDM), penjaga dengan menugaskan orang-orang yang terpilih,” ungkap Icang kepada bogoronline.com, belum lama ini.

Icang menambahkan, sebelumnya kita sudah menawarkan palang pintu kereta agar dijaga oleh linmas, karena ini program Dishub Kabupaten Bogor dan sudah sesuai protap (Program tetap) yang sifatnya harus usia yang produktif dari batasan usia 25 tahun sampai 30 tahun.

“Perlintasan kereta listrik comuterline yang tidak memiliki palang pintu yaitu, perlintasan kereta antara Kabasiran dengan Parungpanjang, kemudian Lumpang dan Gintung Cilejet dan Tenjo, nanti dari anak-anak yang sudah terpilih diberi pelatihan,” kata Icang.

Terkait perlintasan kereta commuter line, sebelumnya sudah banyak pengaduan dari masyarakat. Menyikapi hal tersebut Icang menuturkan, mengusulkan perlintasan kereta listrik yang tidak memiliki palang pintu diusulkan palang pintu yang sifatnya resmi.

“Kita meminta palang pintu yang resmi, palang pintu yang menggunakan tombol, tapi tidak adanya anggaran dan Dishub juga beranggapan pahwa pintu perlintasan tidak terdata yang sifatnya resmi. Namun melalui Kemenhub RI dan Dishub Kab. Bogor mereka, merekrut warga untuk menjaga palang pintu kereta dan sekarang kita tinggal menunggu pelatihan untuk 20 orang,” pungkasnya. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *