Investasi Tiketing Bodong Tipu Miliaran Rupiah

Kota Bogor – bogorOnline.com

Korban penipuan investasi tiketing, Roosman Koeshendarto mendatangi Satreskrim Polresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor pada Kamis 28 November 2019. Ia datang bersama korban lainnya yang telah melaporkan RM di Polda Metro Jaya.

Kuasa Hukum Roosman, Khusnul Na’im mengatakan, pada hari ini pihaknya mendapatkan informasi bahwa terlapor sudah ditahan oleh Polresta Bogor Kota. Dan setelah dicek ternyata memang betul sehingga pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Polresta Bogor Kota.

“Kami melaporkan RM pada tanggal 19 November 2018 ke Polresta Bogor Kota. Menurut saya ini sudah ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian, namun harapan kami sebagai pihak kuasa hukum memberikan support kepada pihak polresta agar tetap melakukan proses,” ungkapnya.

Menurut Khusnul, dalam kasus ini korbannya tidak sedikit dan nilainya mencapai miliaran rupiah, sehingga dirinya tetap mengawal sampai diprosesnya tindak pidana pencucian uang (tppu) ini. Modus terlapor sendiri, sambungnya, menjanjikan memberikan keuntungan yang luar biasa dengan mencatut nama beberapa biro perjalanan ternama, di antaranya Antavaya.

“Investasinya yaitu tiket kunjungan ke luar negeri secara face to face oleh terlapor. Sampai saat ini karena beberapa biro yang sudah diperiksa oleh pihak polresta tidak mengenal nama terlapor yakni RM. Modusnya berawal dari menjadi teman dan mendekatkan diri, ketika akrab menawarkan bisnis,” tambahnya.

Sementara itu, Roosman Koeshendarto mengatakan, bahwa dirinya kenal dengan RM dari saudaranya bernama Feri. Saudaranya itu mengajak bergabung bisnis investasi tiketing yang dikelola oleh RM yang mengaku sebagai agen dari biro Antavaya.

“Pertama saya gabung itu menanam modal Rp70 juta, jadi Rp90 juta. Tapi setelah Rp90 juta, belum sempat dana (keuntungan) diberikan, ada penawaran lagi tiketing dengan offering Rp120 juta, jadi untungnya Rp150 juta. Saya ambil, ditambah lagi, dan terus begitu sampai angkanya Rp700 juta-an,” tuturnya.

Ia melanjutkan, pada saat nilai investasi modal dan keuntungannya sudah besar, Feri sebagai perantara memintanya untuk berkerjasama langsung dengan RM. RM waktu itu semakin aktif membujuk dirinya untuk terus berinvestasi yang semakin besar dengan menjanjikan keuntungan mencapai 70 persen.

“Namun hingga nilai investasi saya sudah mencapai Rp9,7 miliar, dan dia (RM) juga menandatangani sepakat bahwa nilai inventasi beserta keuntungan sudah mencapai Rp209 miliar, saya kejar selalu beralasan menunggu giro cair,” ujar Roosman.

RM sempat memberikan cek yang dikeluarkan dari lembaga perbankan dengan nominal Rp2,5 miliar. Namun, ketika dicarikan olehnya hanya sekedar cek kosong hingga akhirnya RM pun dilaporkan ke Polresta Bogor Kota pada November 2018.

Merasa tertipu, Roosman bersama Feri juga sempat mendatangi perusahaan yang dimiliki RM juga Antavaya. Dari penuturan saudaranya itu bahwa menajemen Antavaya sempat kaget dan menegaskan tidak ada agen bernama RM.

“Dan saya datang ke perusahaan (RM) di Jakarta, ternyata itu virtual office,” tandasnya.

Terpisah, Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Desty Irianti mengatakan, kasus ini sudah ditangani oleh satreskrim. Bahkan terhadap RM telah dilakukan penahanan.

“Untuk berkas perkara sudah dikirim ke kejaksaan dan tinggal menunggu P21,” singkat Desty.

Sejauh ini, kata Desty, baru satu orang yang melaporkan RM dengan kerugian mencapai Rp11 miliar. Berkaitan dengan ini, satreskrim telah meminta keterangan dari 13 saksi, 3 di antaranya saksi dari korban dan saksi lainnya ada 10 orang.

“Modusnya, dikenalkan, investasi dengan menarik keuntungan tapi ternyata fiktif,” ungkap Desty seraya menambahkan bahwa tersangka disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *