Belum Mengauasai Lahan, Andalusia Belum Wajib Setor Pajak.

Tanjungsari, bogorOnline.com-Lahan Kavling Grand Andalusia Village (GAV) di Kampung Babakan Pasir Kalong, Desa Antajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, belum wajib menyetor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pasalnya, Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) masih atasnama pemilik asal, sehingga GAV belum diwajibkan karena belum menguasai lahan dan belum mengantongi Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

“Surat yang kami layangkan ke pihak andalusia sudah dijawab. Pak Ajis sudah datang ke kantor membayar pajaknya. Yang dibayarkan Andalusia, lokasinya di Cibatu Tiga, Cariu, bukan Andalusia Antajaya,” kata Kepala UPT Pajak Wilayah Jonggol, Herry Gianantha di Kantornya kemarin.

Kata dia, kewajiban membayar pajak bagi Andalusia yang berlokasi di Antajaya, tidak didesak. Karena alasan management melalui Ajis, lahan itu akan ditinggal. “Kata pak Ajis, Andalusia di Antajaya tidak diteruskan, karena lahannya masih bermasalah,” tegas Herry.

Sebelumnya, Didin Solahudin staf GAV di kantornya, Kampung Jemblung Desa Sukagalih Kecamatan Jonggol mengatakan, pihaknya telah menerima somasi dari Singgih yang mengklaim sebagai pemilik lahan. Lahan seluas 6 hektar yang telah digarap menggunakan alat berat diminta hengkang dari lokasi itu oleh pemberi somasi.

Dalam somasi, GAV diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana KUHP pasal 385 tentang penyerobotan tanah. Karena menurut Singgih, lahan itu belum pernah diperjual belikan kepada siapapun. Ironisnya, walau lahan belum dikuasai, penjualan melalui media sosial saat ini terus dilakukan.

Sementara, pengusaha GAV pada kesempatan sosialisasi di balai Desa Antajaya, Kamis (2/5/2019) waktu lalu mengakui, lahan yang akan dijadikan kavling itu belum dibebaskan seluruhnya. Harus melakukan pembebasan lahan seluas 15 hektar sebagai tahap awal.

“Memang, kami belum menguasai seluruh lahan yang akan dijual kepada konsumen. Tapi, secara bertahap pembebasan akan selesai pada waktunya. Lebih jelasnya, tanya sama bagian lapangan atau kepada pemerintah desa,” kata Gunawan kepada wartawan usai sosialisasi di Balai Desa Antajaya kala itu. (Soeft)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *