by

Horeeee, Poktan Layungsari Antajaya Terima Bantuan Bibit Durian Unggul

Tanjungsari, bogorOnline.com – Kelompok Tani (Poktan) Layungsari, Desa Antajaya Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, menerima bantuan berupa 500 pohon bibit durian dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Bibit durian itu terdiri dari 350 pohon jenis Musang King, 100 pohon Matahari dan 50 pohon Pelangi.

Selain pohon bibit durian, poktan ini juga menerima pupuk jenis NPK sebanyak 1 ton. Pupuk tersebut merupakan bagian dari bantuan bibit durian guna perawatan kedepan. Semua bantuan, diberikan Pemkab Bogor secara cuma-cuma kepada anggota Poktan Layungsari untuk ditanam di areal kebun masing-masing anggota.

Ketua Poktan Layungsari, H. Jukardi mengatakan, bibit bantuan dari Pemkab Bogor melalui Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) itu, termasuk bibit berkwalitas. Karena, bibit tersebut telah mempunyai label unggul.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada UPT Pertanian Cariu yang ikut memfasilitasi sampai bantuan terwujud. Apalagi bantuan itu diberikan bersama pupuknya dan tidak dikenakan bayaran atau gratis,” kata Ketua Poktan Layungsari Jukardi kepada bogorOnline.com di Kantor UPT Pertanian Hortikultura dan Perkebunan Cariu, Rabu (10/12).

Lanjut Jukardi, semua bantuan akan diberikan kepada anggota Poktan Layungsari secara cuma-cuma. Tidak ada yang dibayar seperti kabar yang beredar di masyarakat kalau bantuan itu diperjualbelikan. “Kami tidak menjual bibit duren bantuan pemerintah. Semua diberikan kepada anggota poktan secara cuma-cuma atau gratis,” lanjutnya.

Sementara Kepala UPT Pertanian Hortikultura dan Perkebunan Cariu, Tatang Mulyadi, S. P, M. Si membenarkan adanya bantuan yang diberikan kepada Poktan Layungsari. Sesuai aturan, bantuan tersebut diberikan kepada anggota poktan secara cuma-cuma, tidak berbayar atau gratis.

“Kalau bibit bantuan diperjualbelikan, tidak diperbolehkan, itu aturan dan ketentuannya. Kalau ada yang menjual, saya akan tindak tegas, kalau perlu saya stop bantuannya,” tutur Tatang.

Ditambahkan, kalau ada anggota poktan memberi uang kepada yang ikut menjaga dan mengurus bibit dengan ikhlas, itu urusan lain. Karena, selama 6 tahun bertugas di Cariu sebagai Kepala UPT, sangat memahami betul kondisi para petani di wilayah tugasnya.

“Mereka itu, sudah sehati dan saling memahami diantara satu sama lainnya. Apalagi yang berada dalam satu kelompok tani. Bahkan mereka sering berswadaya kalau ada kepentingan kelompok yang harus dipikul bersama,” tandasnya. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed