MSJ Sebut Jaringan Kabel Listrik Batasi Crane di Proyek Tol BORR

Kota Bogor – bogorOnline.com

PT Marga Sarana Jabar (MSJ) memastikan soal insiden yang terjadi di lokasi proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIIA antara simpang Yasmin – simpang Semplak pada Senin malam, 3 Desember 2019.

Direktur Utama PT MSJ, Hendro Atmodjo mengatakan, dari hasil rapat bersama dengan Komite Keselamatan Jalan dan Terowongan serta Komite Keselamatan Konstruksi pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyimpulkan bahwa insiden tersebut terjadi akibat putusnya kabel sling bukan patah lengan crane.

Sebelumnya dikabarkan dalam kejadian yang terjadi sekira pukul 21.50 WIB itu, lengan crane patah pada saat pengangkatan besi casing bore pile untuk pondasi di off ramp Kayu Manis R17 B2.

“Jadi selingnya putus, sehingga crane terjungkal kebelakang karena efek kejut. Itu kesimpulan sementara yang kita ambil dari data yang ada maupun dari wawancara petugas yang ada di lapangan,” katanya saat ditemui di kantor PT Pembangunan Perumahan (PP), Selasa 3 Desember 2019.

Hendro menjelaskan, bahwa alat berat crane link belt yang digunakan untuk pengangkatan besi casing bore pile tersebut memiliki kapasitas 35 ton. Sementara, dua beban berupa selongsong yang diangkat seberat 2,6 ton dengan masing-masing beban seberat 1,3 ton.

“Harusnya ini sudah masuk, karena kapasitas cranenya bisa sampai 12 ton, nah kemungkinan klemnya pecah atau lepas,” ujarnya.

Pengangkatan besi selongsong sepanjang 9 meter dengan diameter 1,2 meter dan tebal 1 sentimeter tersebut untuk persiapan tahap pengecoran kedua. Yang pertama sendiri sudah berhasil berjalan tanpa insiden. “Inilah yang sedang kita teliti, berapa sih beban yang diperbolehkan diangkat crane, tapi secara prinsip beratnya selongsong hanya sekitar 2,6 ton,” paparnya.

Pihaknya memastikan bahwa sang operator sudah mengantongi SIO dan SILO untuk crane sampai 2022. Namun, Hendro mengungkapkan, bahwa di lokasi pekerjaan masih terdapat jaringan kabel milik PLN yang membatasi ruang gerak operasi crane.

Padahal, sambung dia, pihaknya sudah melayangkan surat sebanyak tiga kali kepada PLN agar segera memindahkan tiang-tiang jaringan kabel tersebut. Bahkan di sepanjang 3 kilometer sudah dilakukan pembayaran dengan anggaran sebesar Rp8 miliar.

“Harusnya (crane) bisa maju lagi sehingga lebih tegak. (PLN) menjanjikan tanggal 18 Desember selesai, tapi kita sudah meminta untuk segera (dipindahkan) karena kita diburu jadwal pada bulan Desember ini pekerjaan harus selesai. Yang dipindah itu baru 10 persen. Sejauh ini, alasannya tidak ada orangnya,” ungkap Hendro.

Untuk ini, PT MSJ dalam waktu dekat akan bersurat kembali kepada PLN. Ia menambahkan, atas insiden tersebut pekerjaan di lokasi untuk sementara waktu diberhentikan. Penghentian pekerjaan itu, diakuinya akan mempengaruhi terhadap target pembangunan Tol BORR pada 21 Desember 2019.

“Iya, pasti ada pengaruhnya, mungkin kemunduran sekitar satu sampai dua bulan. Sampai hari ini, progres pembangunan sudah mencapai 75 persen dengan deviasi 25 persen,” kata Hendro.

Terpisah, kepada awak media saat dikonfirmasi, Humas PLN Area Bogor, Saban Deni mengungkapkan dirinya tidak mengetahui pasti soal pemindahan jaringan.

“Supaya informasinya jelas sebaiknya datang saja ke kantor kang nanti ditemuin bagian jaringan yang kompeten masalah itu, infonya sedang penanganan di lokasi,” ujarnya. (HRS/BNI)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *