by

Alumni IPB Salurkan Bantuan ke Enam Wilayah Terdampak Longsor

-beranda-214 views

BOGORONLINE.com, Sukajaya – Sebanyak 23 orang alumni IPB yang merupakan perwakilan alumni IPB dan DPD Himpunan Alumni IPB Jawa Barat mendatangi lokasi bencana di wilayah Sukajaya dan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Dengan menggunakan empat mobil Perhutani KPH Bogor yang membawa barang bantuan hasil penggalangan donasi Alumni IPB, tercatat ada enam lokasi yang mendapatkan bantuan #IBA_PascaBencana, yaitu Pasir Madang, Ciraos, Curug Bitung, Hanjawar, Kampung Jeruk dan Kampung Jengkol.

Yana H. Arifin selaku Ketua DPD HA Jabar mengatakan, bahwa pendistribusian 600 paket bantuan Alumni IPB bagi ibu, anak, balita dan lansia dilaksanakan selama dua hari pada 25-26 Januari 2020.

“Hari pertama oleh para alumni langsung dan hari kedua bekerjasama dengan Puskesmas Curug Bitung untuk didistribusikan ke Desa Curugbitung, Desa Bantar Karet, Desa Cisarua dan Desa Malasari, Kecamatan Nanggung,” kata Yana.

Bukan hanya pendistribusian bantuan, DPD HA IPB Jawa Barat juga mengadakan kegiatan yang sifatnya Trauma Healing dan Peduli Ibu dan Anak. Bersama Sanggar Doclang (Dongeng Anak Cemerlang) dan para Pendongeng KPAI Bogor, anak-anak dan ibu-ibu pengungsi di Pasir Madang diajak bermain bersama, tertawa, dan makan siang bersama.

“Ini upaya menghibur dan sejenak melupakan kondisi yang dialaminya. Paket AKAR (Aneka Kaulinan Rakyat) dan mainan anak yang nantinya dititipkan di kantor desa, semoga menjadi penghalau ketidaknyamanan mereka,” tambahnya.

Yana juga mengatakan, suatu perjuangan tersendiri berupaya terjun langsung dalam kegiatan bakti sosial, apalagi kondisi daerah belum pulih seperti sedia kala. Bahkan ke Malasari, bantuan yang dibawa menggunakan mobil hanya bisa sampai daerah tertentu. Sisanya di mobilisasi menggunakan motor melalui jalan yang licin.

Para alumni juga merasa miris melihat kondisi alam yang tergerus keindahannya karena longsor. Juga kenyamanan warga yang tercerabut karena harus menjadi pengungsi.

“Sedih bertambah menyaksikan alam yang rusak. Padahal sebelumnya adalah daerah dengan pemandangan yang indah. Apalagi membayangkan warga yang tinggal di pengungsian. Dua puluh empat hari bukan waktu sebentar. Tinggal di tenda. Lingkungan becek karena hujan, sungguh jauh dari rasa nyaman,” ungkapnya.

Namun begitu, kata Yana, kondisi ini harus dipulihkan. Tentu perlu perhatian berbagai pihak untuk memikirkannya. (*/hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed