by

Diberlakukan di Provinsi Papua Proyek Rp 500 Juta untuk ‘Pengusaha Lokal’

BOGORINLINE.com, Cibinong – Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Bogor, harus berani mengambil kebijakan, untuk melindungi pelaku usaha kontruksi lokal, dengan memberikan skala prioritas pengerjaan proyek-proyek di bawah Rp 500 juta.

“Pengusaha yang baru merintis kan butuh binaan, agar mereka maju, bahkan tumbuh menjadi pengusaha yang bisa mengerjakan proyek di daerah lain,” kata Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Kontruksi Nasional (Perkonas) Syarifudin Tahir, kepada awak media, di Cibinong, Kamis (30/01/2020).

Syarifudin mengatakan, perlindungan kepada pengusaha lokal dengan memberi paket pekerjaan, tanpa melalui pelelangan dengan pagu anggaran Rp 500 juta kebawah sudah diberlakukan di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Kebetulan, kata Syarifudin, dirinya banyak membina pengusaha lokal di sana. Bahkan di Papau ada diskresi khusus lagi, di mana untuk proyek yang ada di pedalaman yang medan berat dengan nilainya Rp 1 miliar pun tidak dilelang.

“Kebijakan yang diberlakukan di Papua itu, langkahnya nyata pemerintah daerah memberikan kesempatan pengusaha lokal maju,” ujarnya, ditemui usai menghadiri musyawarah luar biasa (Musdalub) sekaligus pelantikan pengurus Perkonas se- Jawa Barat.

Syarifudin pun mengintruksikan, pengurus Perkonas Kabupaten Bogor, untuk mendorong para petinggi di Bumi Tegar Beriman, agar kebijakan yang diterapkan di Provinsi Papua bisa diberlakukan di Kabupaten Bogor.

“Pengurus Perkonas mayoritas kan anak-anak muda yang perjalanannya masih panjang, apalagi mereka akan menjadi penerus kami-kami ini, kalau tidak dibesarkan dari sekarang, kapan majunya mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkonas, Kabupaten Bogor, Suhandi mengatakan, potensi anak-anak muda, untuk menjadi pengusaha jasa kontruksi sukses sangat besar, namun mereka kurang mendapatkan kesempatan saja.

“Kebijakan yang diterapkan di Provinsi Papua akan kami sampaikan kepada para pengambil kebijakan di Kabupaten Bogor. Jika bisa, tak menutup kemungkinan, nantinya akan banyak pengusaha muda yang bergerak di sektor jasa kontruksi sukses,” katanya.

Namun, untuk langkah awal, kata Suhandi, pengurus terlebih dahulu akan melakukan penataan organisasi, termasuk di dalamnya soal keanggotaan.

“Perusahaan yang tergabung di Perkonas, kita wajibkan semuanya memiliki tenaga ahli. Ini penting, agar ketika diberi kepercayaan mengerjakan proyek pemerintah hasilnya memuaskan atau tidak mengecewakan si pemberi pekerjaan dalam hal ini pemerintah,” tutupnya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed