by

Kampoeng Kurma Buka Suara Siap Tanggungjawab

-Headline-233 views

BOGORONLINE.com, Bogor Utara –
PT Kampoeng Kurma akhirnya buka suara seputar investasi lahan kavling yang dikelolanya. Direktur Utama PT Kampoeng Kurma, Arfah Husaifah menyatakan bahwa dirinya sampai detik ini masih terus ikhtiar berusaha menuntaskan proyek ini dan tidak ada sedikitpun niat untuk menipu apalagi kabur dari tanggungjawab selaku pimpinan perusahaan.

“Saya sebagai owner bertanggungjawab penuh atas apa yang terjadi di Kampoeng Kurma, baik manajemen yang kerjanya benar maupun tidak benar, saya bertanggungjawab penuh,” kata Arfah kepada sejumlah awak media di kantor pemasaran Kampoeng Kurma, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (25/01/2020).

Arfah mengatakan sejauh ini investor yang mengharap refund (pengembalian dana) tidak sampai 10 persen dari total konsumen yang ada sekarang.

“Jadi yang bertahan sebetulnya mengharapkan proyek ini selesai jauh lebih banyak dibanding yang mengajukan refund,” ujarnya.

Dirinya membenarkan jika pihak PT Kampoeng Kurma menolak dianggap pailit atau bangkrut.

“Memang namanya bisnis ada saatnya kondisi (turun), tapi kalau pailit tidak karena kita ada aset dan terus berusaha menyelesaikan yang ada. Penanaman sudah ada, bahkan yang Cirebon itu ada yang sudah berbuah. Untuk AJB dilakukan bertahap, wilayah Jonggol sudah,” ungkapnya.

Menanggapi adanya pelaporan kepailitan, Arfah mengajak untuk duduk bersama secara kekeluargaan untuk menyelesaikan tuntutan tersebut. Artinya karena dua orang ini jangan sampai merugikan ribuan konsumen lain.

“Karena yang dirugikan bukan saja Kampoeng Kurma tetapi juga nasabahnya lain dengan tindakan seperti ini. Artinya kami bertanggungjawab tidak akan kabur, siap menyelesaikan tuntutan konsumen yang ada,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim 10 Tri Budi Widodo yang mewakili sekitar 1.600 konsumen Kampung Kurma dari semua lokasi menyampaikan bahwa sampai saat ini, pihaknya melihat Kampoeng Kurma masih berusaha untuk menyelesaikan kewajibannya, meskipun tidak secepat yang diharapkan oleh konsumen.

“Namun perlu kami sampaikan bahwa pada saat ini sudah mulai dilakukan Akte Jual Beli (AJB) antara PT Kampoeng Kurma dengan konsumen. Ini artinya bahwa lahan Kampoeng Kurma di semua lokasi itu ada, jadi tidak bodong,” tambah Tri.

Ia melanjutkan penyerahan lahan kepada konsumen itu sudah dilakukan yang dimulai sejak satu bulan lalu. Sampai saat ini ada kurang lebih 200 kavling yang diserahkan kepada konsumen dengan status kepemilikan AJB.

“Dan ini akan berlangsung terus dilakukan setiap hari Sabtu, Kampung Kurma menyerahkan AJB yang sudah selesai,” imbuhnya.

Sementara itu, Tim Legal PT Kampoeng Kurma, Lilis Aryani menyampaikan bahwa kavling yang dijual Kampoeng kurma tidak Bodong. Ia mengaku sebulan menjadi legal sudah ada 300 AJB yang diserahkanterimakan kepada kosumen.

“Dari pemilik lahan ke Kampoeng Kurma ada, suratnya ada, saat ini sedang dibenahi dari pemilik lahan ke Kampoeng Kurma sudah menyelesaikan panjang. Dari kami ke konsumen sudah berjalan 300 AJB, ini buktinya saya siapkan, dan ditandangani konsumen setiap minggu,” katanya.

Lilis kembali mengatakan, Kampoeng Kurma tidak bodong melainkan terlambat mengurus surat konsumen. Keterlambatan ini akibat (perantara) penjual pembebasan tanah memberikan surat asli kepada pihak Kampoeng Kurma.

“Menang Kampoeng Kurma lalainya disitu tetapi kami sudah telusuri dan sudah dibahas dan melakukann pertemuan hingga ada surat dan pembebasannya lahannya, sejumlah uang yang kita berikan. Kami ada bukti perkavling per pelokasi,” kata Lilis.

Saat ditanya mengapa tidak dijelaskan ke publik pada saat itu?, Lilis menjelaskan, dirinya tahu betul bahwa PT Kampoeng Kurma dengan kondisi seperti itu tidak memiliki keberanian namun saat ini sudah terbentuk Tim 10 yang beranggota 14 orang mewakili ribuan konsumen.

“Dengan tim ini owner Arfah ada keberanian dalam artian untuk bersama membantu persoalan kavling. Akhirnya ada keberanian jumpa pers untuk menyelesaikan masalah,” tukas Lilis. (*/Nai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed