by

Upaya Pemkot Bogor Restorasi Pala di Kampung Buntar

BOGORONLINE.com, Bogor Selatan – Untuk mengembalikan kejayaan Kampung Buntar, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor sebagai sentra penghasil pala, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan penanaman bibit pohon pala di wilayah setempat.

Sedikitnya ada 200 bibit pohon pala yang ditanam di Kampung Buntar. Penanaman bibit pohon pala secara simbolis dilakukan oleh Wakil Wali kota Bogor Dedie A Rachim yang diikuti unsur Muspika Bogor Selatan dan sejumlah tamu undangan serta masyarakat Kampung Buntar.

“Alhamdulillah, bahwa hari ini kita bersama-sama melakukan penanaman ada sebanyak 200 bibit pohon pala. Tujuannya adalah untuk menjadikan Kampung Buntar ini sebagai Kampung Pala, kampung tematik berbasis pertanian sebagai penghasil pala,” kata Dedie A Rachim.

Ia menjelaskan, Kampung Buntar dipilih selain dulunya sebagai penghasil pala, di wilayah ini juga terdapat tempat produksi pala yang dikelola oleh warga dengan produknya, seperti manisan, sirup, minuman kemasan dan permen pala. Dirinya pun berharap produksi pala di Kampung Buntar terus tumbuh dan berkembang sehingga produknya menjadi produk unggulan Kota Bogor.

“Mudah-mudahan ini bisa terus ditularkan ke warga lainnya dan produksi pala di sini bertambah sehingga buah pala ini menjadi produk unggulan di Kota Bogor. Terutama juga dalam rangka untuk mendukung program urban farming,” kata Dedie.

Ia melajutakan, bahwa Pemkot Bogor juga mendukung para pelaku usaha produksi pala melalui DKPP dalam hal pemasaran produknya, dan BPMPPA untuk menunjang peralatan produksi serta pendampingnya dengan BPTP Jawa Barat.

“PHRI dengan anggotanya puluhan hotel di Kota Bogor bersedia menampung produk-produk komoditi pertanian yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Bogor. Termasuk kita juga mendapat dukungan pendamping dari BPTP Jawa Barat dan bantuan peralatan penunjang produksi dari BPMPPA,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bogor, Anas S. Rasmana menambahkan, kedepan pihaknya akan mengarahkan Kota Bogor sebagai penghasil produk-produk komoditi holtikultura. Sebab, peluang usaha ini akan terus progresif, apalagi pertumbuhan hotel sangat tinggi di Kota Bogor.

“Jadi tumbuhnya sektor wisata, kuliner dan lainnya, seharusnya parerel petani menikmati pertumbuhan itu. Tapi kita belum optimal di dalam memilih komoditi yang tepat untuk produk-produk holtikultura. Untuk itu kita akan mengarahkan kepada peningkatan produksi pertanian melalui program urban farming,” tandasnya. (hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed