by

548 Usulan dalam Musrenbang Kecamatan Bogor Timur

BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Timur digelar di ujung Jalan R3, Kelurahan Katulampa. Hujan deras yang mengguyur kawasan itu, tidak menyurutkan masyarakat dan pserta yang hadir di Musrenbang. Hadir juga Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim, Wakil Ketua DPRD Jenal Mutaqin dan Eka Wardhana, anggota DPRD Rizal Utami, sejumlah Kepala Dinas diantaranya Kadis PUPR Chusnul Rozaqi.

Camat Bogor Timur, Abdul Wahid menyampaikan, Bogor Timur merupakan pintu gerbang Kota Bogor. Semuanya mengetahui bahwa masalah transportasi merupakan issue yang hingga saat ini masih dihadapi oleh Kota Bogor. Setiap akhir pekan sekitar 10.000 kendaraan yang masuk ke Kota Bogor dan mayoritas terkonsentrasi di Jalan Pajajaran. Kondisi tersebut menimbulkan dampak Kemacetan di Jalur Jalan Tajur dan di exit toll Baranangsiang.

“Itu sebabnya kami ingin mengajak seluruh Perangkat Daerah bersama-sama melihat bahwa Jalan R3 dan Exit Toll Parung Banteng yang belum selesai ini perlu segera kita akselerasi sebagai bentuk implementasi percepatan pembangunan infrastruktur yang merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Bogor,” katanya.

Dalam Musrembang terdapat 548 usulan, yang terdiri dari, 10 Usulan Bidang Ekonomi, 415 Usulan Bidang Fisik, 48 Usulan Bidang Pemerintahan; serta, 75 Usulan Bidang Sosial dan Budaya. Seluruh usulan tersebut merupakan penjabaran dari Visi Kota Bogor yaitu Menciptakan Kota Bogor sebagai Kota yang Ramah Keluarga.

Berkaitan dengan salah satu Program Prioritas Kota Bogor yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat, perlu kami informasikan bahwa jumlah RTLH di wilayah Kecamatan Bogor Timur sebagaimana tercatat pada aplikasi SAHABAT sebanyak 2.154 rumah.

“Berdasarkan data selama tahun 2019 dan 2020 jumlah proposal bantuan yang telah sampai tahap pencairan baru mencapai 377 rumah. Realita ini tentu menjadi acuan bagi kita bersama untuk melakukan evaluasi terhadap mekanisme eksisting, mengingat Pemerintah Kota Bogor daiam RPJMD telah menargetkan di tahun 2024 bantuan terhadap RTLH mencapai 23.000 Rumah,” jelasnya.

Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, salah satu program prioritas di wilayah Bogor Timur adalah penyelesaikan pembangunan Jalan R3 hingga ke Wangun. Jalan R3 ini sudah dari tahun 2009. Terminal barangsiang sejak tahun 2012 terkatung katung dan terbengkalai.

“Kami meminta dukungan dan komitmen dewan dalam menuntaskan jalan R3 ini,” ucapnya.

Ada beberapa PR yang harus dikawal. Pertama negosiasi dengan dirjen kekayaan negara. Banyak wilayah di Bogor Timur ini yang masih menjadi aset negara. Ada sekitar 21 hektar yang diminta untuk dihibahkan ke Pemkot Bogor.

“Balaikota dipindahkan, pusat pemerintahan di Bogor Timur. Visi kedepan rencana LRT akan diteruskan sampai Kota Bogor. Utamanya Jalan R3 ini harus dilanjutkan di tahun depan,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Jenal Mutaqin dan Eka Wardhana menegaskan, DPRD sepakat dengan Pemkot Bogor untuk melanjutkan pembangunan Jalan R3.

“Program pemerintah harus didukung, apalagi terkait kelanjutan Jalan R3 ini..Karena kedepan akan menjadi urat nadi ekonomi Kota Bogor, sehingga pembangunannya harus dilanjutkan hingga tuntas sampai ke Wangun untuk Jalan R3,” pungkasnya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed