by

Abaikan Social Distancing, LSM Balebat Desak Polri Tindak Perusahaan Nakal

BOGORONLINE.com, CILEUNGSI – Penyebaran wabah mematikan Corona Virus Desease 2019 (Covid 19) yang begitu cepat, membuat pemerintah pusat dan daerah mengambil langkah cepat pula. Langkah itu sering ditemui dalam bentuk sosialisasi dan himbauan, Social Distancing atau Jarak Sosial di beberapa tempat di Wilayah Bogor Timur (Botim) Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Himbauan yang marak itu, membuat Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Balebat 10 Kabupaten Bogor Darjat Sudarjat, S. Ag, S.H, M.M menanggapi serius. Ia menilai, himbauan di beberapa kecamatan Wilayah Botim belum dilaksanakan dengan serius. Hal itu terlihat, masih banyak perusahaan di Cileungsi dan sekitarnya yang beraktifitas tidak meliburkan karyawannya.

“Langkah pemerintah pusat dan daerah tersebut bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid 19, demi keselamatan kita bersama. Tapi masih banyak perusahaan yang nakal, tidak meliburkan karyawannya,” kata Sudarjat di Cileungsi, Senin (30/3).

Ditegaskan, walau situasi Kabupaten Bogor masih relatif aman, namun upaya memutus penyebaran covid 19 mesti dilakukan. Tentunya, bersama warga dan pemerintah secara masif dan komprehensif termasuk perusahaan.

“Perusahaan yang tidak bisa meliburkan karyawan karena jumlahnya ratusan, paling tidak pada saat jam Istirahat tidak keluar area pabrik, dibuatkan kantin tempat makan siang. Kalau di tempat umum, mereka bertemu orang yang datang dari berbagai wilayah, ini sangat berpotensi saling menularkan,” tegas Darjat.

Sebagai warga yang patuh terhadap langkah pemerintah, pihaknya meminta Polri melakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang mengabaikan social distance. Sesuai arahan Kapolri Jenderal Idham Azis, setiap massa yang berkumpul saat sekarang ini, mesti dibubarkan.

Karena dengan berkumpul lanjut Darjat, berpotensi mempercepat penyebaran covid 19. Karenanya, ia mendesak Polri untuk bertindak tegas dengan melarang warga berkumpul, termasuk karyawan yang masih melakukan aktifitas.

“LSM Balebat 10 mendukung penuh program social distance. Sesuai arahan kapolri, segala kumpulan masyarakat dalam bentuk apapun, harus dibubarkan,” lanjutnya.

Dirinya berharap, dalam pelaksanan Social Distancing, Polri tidak tebang pilih. Tetapi semua ditegakkan demi penyelamatan masyarakat dari ancaman covid 19. Polri dan aparat berwenang harus mampu menertibkan perusahaan garment yang tidak meliburkan diri dan tidak mempunyai kantin.

“Setiap hari, masih berkumpul ratusan orang di warung dan di tempat jajanan umum. Terkesan, tidak ada himbauan dari pemerintah dan seolah olah negeri ini aman tanpa ancaman wabah yang membahayakan umum,” tandas Darjat. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed