by

Lawan Penyebaran Covid 19, Perumahan GPM Setu Diperketat

BOGORONLINE.com, BEKASI – Warga Perumahan Griya Pratama Mas (GPM) terus melakukan perlawanan terhadap wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). Perumahan yang berlokasi di Kampung Sadang Desa Cikarageman Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi dengan satu kepengurusan Rukun Warga (RW) yakni RW 07, telah menutup beberapa akses masuk.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan wabah covid 19 Dede Debura mengatakan, pintu keluar masuk warga hanya, pintu gerbang utama. Penutupan beberapa akses masuk, sesuai hasil rapat antara pengurus RW 07, para ketua RT, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hasil rapat, semua setuju menutup 2 akses lainnya. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan, corona virus.

“Penutupan akses masuk perumahan dilakukan setelah rapat antara pengurus rt dan rw beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Semua sepakat untuk akses masuk hanya satu pintu, yaitu gerbang utama,” kata ketua Satgas Penanggulangan wabah Covid 19 RW 07 Dede Debura, Kamis (16/4) di Sadang.

Lanjut dia, sesuai arahan pengurus RW dan standar operasi dari pemerintah, setiap tamu yang masuk komplek harus dipastikan, tidak membawa virus. Makanya, di pos masuk, disediakan air dan sabun untuk cuci tangan bagi tamu dan disediakan semprotan disinfektan untuk kendaraan.

“Semua dilaksanakan sesuai prosedur yang dikeluarkan pemerintah, pusat dan daerah. Ini merupakan bentuk kepatuhan warga gpm. Dengan harapan, warga mengikuti demi pencegahan virus agar tidak masuk dalam komplek perumahan,° lanjut Dede.

Sementara itu, Ketua RW 07 Priyantara mengatakan, selain penutupan akses masuk, pihaknya juga menghimbau agar semua warga GPM tetap di rumah. Kalau memang ada keperluan mendesak di luar, maka diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan sarung tangan.

Himbauan itu sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah terkait pencegahan covid 19. Apalagi, saat sekarang, pemerintah sedang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Wilayah penyanggah Ibukota Jakarta, salah satunya Kabupaten Bekasi. Disampaikan pula larangan berkumpul, Social Distancing dan menjaga jarak atau Physical Distancing.

“Saya sudah mengumumkan beberapa kali lewat pengeras suara masjid. Sesuai arahan pemerintah desa cikarageman, semua warga diminta tetap di rumah. Dan, kalau ada kepentingan diluar rumah, harus menggunakan masker,” tandas Priyantara. (soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed