by

Perbanyak Laboratorium Penguji Covid-19

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Tren kenaikan jumlah positif corona, PDP, dan ODP semakin banyak dan tumbuh secara eksponensial. Diperlukan langkah cepat untuk menahan laju penambahan dengan cara deteksi dini yang kemudian bisa ditindaklanjuti dengan cepat proses isolasinya. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, menanggapi masih banyaknya uji swab PDP Kota Bogor yang belum keluar hasilnya.

“Kemenkes RI harus menambah jumlah laboratorium yang bisa melaksanakan SWAB Test Covid-19. Jabodetabek ini epicentrum Covid-19 di Indonesia. Kalau hanya mengandalkan Balitbangkes, kita tidak bisa gerak cepat. Banyak ODP dan PDP Corona di Kota Bogor yang belum keluar hasil uji SWAB nya. Bahkan beberapa diantaranya sudah meninggal beberapa hari yang lalu,” kata Atang melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, pada Rabu (1/4/2020).

Hari Ahad (29/3) kemarin, dari data Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor masih tercatat 14 positif dan 14 meninggal baik dari PDP maupun yang positif. Per 1 April ini sudah 17 yang meninggal dan positif corona tercatat 18 orang. Rapid Test yang dilaksanakan sebagai tes awal. Perlu diuji lagi dengan Swab Test untuk memastikan keakuratannya.

“Lamanya hasil proses uji tersebut akan menghambat upaya cepat, baik dari pihak RS untuk melakukan penanganan yang tepat, ataupun bagi Pemerintah untuk segera melakukan langkah isolasi dan tracking terhadap ODP yang lain. Dengan demikian, upaya maksimal untuk penanganan pasien yang sakit ataupun peluang penyebarannya bisa segera dilakukan dengan cepat melakukan tracking dan isolasi,” ungkap Atang.

Ketika ditanya apakah tidak perlu waktu yang lama untuk menambah atau membangun Laboratorium Penguji Covid-19, Ketua DPRD Kota Bogor tersebut menyampaikan bahwa tidak perlu membangun laboratorium baru, melainkan dengan memberikan ijin kepada Laboratorium yang sudah ada untuk Uji Covid-19.

“Tidak perlu bangun baru atau beli peralatan baru. Dari hasil diskusi Forkopimda Kota Bogor kemarin, Laboratorium IPB siap dan bersedia untuk ditunjuk sebagai Laboratorium Penguji.

Selain IPB, saya juga dengar bahwa Laboratorium Veteriner Kementan juga punya kemampuan uji Real Time PCR dan BSL3.

Artinya, Kemenkes tinggal assesment dan segera terbitkan ijin setelah memenuhi syarat,” tegasnya.

Atang menambahkan, hal ini sama dengan ditunjuknya Institute Of Tropical Disease (ITD) UNAIR di Surabaya, sehingga uji Covid-19 di area Surabaya dan sekitarnya tidak harus memakan waktu berhari-hari karena pengiriman sampel.

“Laboratorium IPB ataupun Lab lain yang punya kemampuan sama bisa membantu sehingga Jabodetabek sebagai epicentrum Covid-19 di Indonesia bisa lebih cepat ditangani,” tandasnya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed