by

Pemkot Bogor Terbitkan Perwali 44/2020 Landasan PSBB Transisi Menuju New Normal

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Untuk mengawal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 44 Tahun 2020 yang mengubah Perwali Nomor 30 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Kota Bogor, Alma Wiranta menyampaikan, pemberlakuan perpanjangan PSBB Kota Bogor mulai 27 Mei sampai 4 Juni 2020 sebagai transisi menuju tahap normal baru telah ditetapkan oleh Pemkot Bogor berdasarkan Keputusan Wali Kota Nomor 900.45-369 tanggal 26 Mei 2020.

“Adapun pertimbangan diperpanjang selama sembilan hari dikarenakan terintegrasi dengan DKI Jakarta, sebagaimana Wali Kota Bogor Bima Arya mendengar masukan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pusat Letjen Doni Monardo,” ungkap Alma kepada awak media, Kamis (28/5/2020) pagi.

Dijelaskan Alma, sebagai rujukan keputusan wali kota tersebut adalah Perwali 44/2020 yang telah mengubah Perwali 30/2020. Dalam Perwali 44/2020 secara substansi mengubah dan menambah empat pasal ketentuan dalam Perwali 30/2020.

“Kebijakan tersebut setelah adanya hasil kajian epidemiologi tentang persebaran Covid-19 yang sudah melandai di Kota Bogor, masukan dari kalangan akademisi, pelaku usaha, pers, tokoh agama dan masyarakat,” terangnya.

Selain itu, lanjut Alma, hasil evaluasi dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat yang menentukan Kota Bogor masuk dalam kategori kewaspadaan Covid pada level 3 atau zona kuning.

Selain mengubah kebijakan pada sektor ekonomi, Pemkot Bogor juga mengubah kebijakan PSBB dalam kegiatan keagamaan, yaitu mengaktivasi masjid sebagai pusat edukasi dan pangan sebagaimana konsep crisis center yang digagas oleh aktivis.

“Oleh karenanya rumah ibadah di Kota Bogor secara bertahap dapat melaksanakan kegiatan keagamaan,” tambahnya.

Hal itu, masih kata Alma, dimulai dengan kebijakan yang akan dikeluarkan wali kota berupa surat edaran aktivasi rumah ibadah, isi rekomendasi di antaranya beberapa masjid boleh melaksanakan sholat berjamaah tetapi wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Ia juga mengatakan, PSBB transisi sebagai tahapan akhir sebelum diterapkan kebijakan protokol baru pada 5 Juni 2020 mendatang, bertujuan menjembatani aspirasi masyarakat terhadap pengetatan pemberlakuan PSBB sebelum ini sejak 15 April dan masa sembilan hari transisi ini sekaligus mengubah kebijakan tentang sanksi PSBB yang dituangkan dalam Perwali 37 menjadi Perwali 45, yang isinya menyesuaikan kebijakan PSBB pada skala proporsional setelah Kota Bogor dinyatakan masuk kategori tertib.

“Tentunya regulasi yang dibuat dalam masa PSBB transisi ini dapat dipahami sebagai diskresi dari respon terhadap aspirasi masyarakat yang telah disuarakan DPRD Kota Bogor. Adanya kebijakan baru terhadap sektor ekonomi dan keagamaan yang diterapkan selain bermaksud sebagai kebersamaan pemerintah dan seluruh komponen masyarakat di Kota Bogor dalam perang melawan virus corona juga sebagai tahapan persiapan menghadapi tatanan baru hidup dimasa pandemi. Konsep ini akan terus kami suarakan,” kata Alma. (*/Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed