by

Polisi Akan Buktikan Adanya Makam Didalam Rumah Pelaku Penganiayaan Seorang Istri di Parungpanjang

BOGORONLINE.com, PARUNGPANJANG – Pihak kepolisian Polsek Parungpanjang masih akan melakukan pengungkapan adanya kuburan di rumah pelaku berinisial AA (37) kasus penganiayaan seorang istri di Griya Parungpanjang Desa Kabasiran Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor.

Terkait hal itu, Kapolsek Parungpanjang kompol Nundum Radiaman mengatakan pihaknya akan meminta bantuan kepada Ahli Forensik untuk mengungkap kematian wanita yang di kubur di dalam rumah AA.

“Nanti kita buktikan, dari hasil pendalaman, kita tidak bisa bergerak sendiri, harus meminta bantuan tim ahli forensik. Dari keterangan sementara, saksi korban SM (17) maupun pelaku (AA), jasad perempuan yang diduga dikubur dibelakang rumah, meninggal karena sakit,”ujarnya, kepada sejumlah wartawan, Senin 04/04/2020.

Nundun menambahkan, dengan rasa iba, AA akhirnya membawa seorang perempuan yang sakit itu untuk diobati di rumahnya di Griya Parungpanjang pada Febuari 2020 lalu, sebulan diperjalan pengobatan meninggal dunia.

“Tujuannya baik mau mengobati, dalam perjalanannya meninggal. AA sebagai sosok ahli dakwah, kemungkinan cara mengobati seorang wanita itu dengan cara rukiah. Tapi nanti kita buktikan setelah ada bantuan dari ahli forensik untuk mengetahui, dugaan kematiannya, “tuturnya.

Selain itu Nundun mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif kasus penganiayaan terhadap korban yang merupakan istri sirihnya (SM).

“Sedang ditangani dan didalami motifnya dari pada pelaku dan saksi korbannya, karena ini menyangkut istri yang dinikahi secara sirih yang diaya, sekarang sedang didalami terus, agar kasusnya ini, segera menemukan titik terang.

“Luka dibagian pelipis mata korban akibat dijedotkan ke tembok dinding rumahnya, oleh pelaku. Dan itu gara-garanya korban (istri) masak masakannya yang tidak enak, “terangnya.

Masih Nundun mengatakan hingga saat ini polisi belum menemukan kejanggaran barang bukti di kediaman rumah pelaku yang mengarah ke radikalisme.

“Kitanya mengamankan pakaian milik korban, tidak ada barang bukti lain, pelaku hanya pedagang roti keliling, “tandasnya. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed