by

Mental Kadinkes Mike Memble, Soal Dana Corona Yang Mengalir Miliaran

BOGORONLINE.com-BOGOR CIBINONG

Mental Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mike Kaltarina terlihat memble, saat dimintai keterangan. Terkait kurang terbuka soal aliran dana penanganan Corona Virus (Covid-19) berjumlah miliaran oleh Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Darah (DPRD) Kabupaten Bogor Senin (29/6/20).

Hal di atas seperti penelusuran bogorOnline.com yang mencoba menanyakan langsung kepada Kadinkes. Usai melakukan pertemuan di Pendopo Bupati Bogor. Dengan wajah yang cemberut sambil berjalan cepat, beliau berusaha menghindar dari media. Bahkan sesampainya di mobil dinas Kadis langsung menutup rapat pintu dan jendela mobilnya.

Selain itu wartawan juga mencoba menanyakan persoalan tersebut, baik melalui sambungan telpon Short Message Service (SMS) dan WA (WhatsApp Messenger) pribadinya. Bahkan orang no satu di Dinas Kesehatan tersebut tidak pernah menjawab sama sekali, malahan mengganti nomor seluler.

Sebelumnya, Dinas Kesahatan (Dinkes) Kabupaten Bogor dirasa kurang terbuka soal aliran dana penanganan Corona Virus (Covid-19) berjumlah miliaran. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten segera panggil pihak terkait.

Hal tersebut seperti penjelasan
Ketua Komisi 4 DPRD Mu’ad Khalim mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada Dinkes. Salah satunya mempertanyakan terkait penggunaan dana tersebut untuk apa saja dan dipakai kemana saja. Ditambah masih ia menjelaskan, berapa persen anggaran itu sudah digunakan oleh Dinas sejauh ini.

“Karena transparansi dana tersebut sangat perlu dan penting diketahui oleh masyarakat,” ujarnya saat dihubungi bogorOnline.com belum lama ini.

Sekedar diketahui Pemerintah Kabupaten Bogor, mengalokasikan anggaran penanganan Corona Virus (Covid-19) lebih dari Rp377, 3 miliar dengan rincian dana yang terbagi menjadi dua bidang kesehatan dan non kesahatan.

Bidang kesehatan Rp196 miliar meliputi insentif para tenaga kesehatan Rp38,7 miliar, RSUD Cibinong Rp45,3 miliar, RSUD Ciawi Rp29,9 miliar, RSUD Leuwiliang Rp31,8 miliar, RSUD Cileungsi Rp24,7 miliar dan rumah sakit darurat di Wisma Diklat Kementerian Dalam Negeri Kecamatan Kemang sebesar Rp17,5 miliar.

Non kesahatan Rp181,2 miliar, meliputi penambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp20 miliar. Rp152 miliar proyeksi kebutuhan pemberian sembako kepada 291.487 Kepala Keluarga (KK) Dikelola
Dinas Sosial (Dinsos). Tim Gugus Tugas Covid-19 Rp5 miliar dan Rp1 miliar untuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kebutuhan sosialisasi dan penyuluhan.(rul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed