by

Pedagang Desak Pemkab Bogor Membangun Pasar Hewan Jonggol

BOGORONLINE.com, JONGGOL – Pasar hewan Jonggol di Kampung Pojoksalak Desa Jonggol Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor belum tersentuh anggaran. Walau sudah diajukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor 8 tahun silam untuk dianggarkan dalam APBD, namun kucuran dana belum juga turun.

Belum turunnya anggaran dari Pemkab Bogor untuk membangun pasar yang lebih layak dan representatif tersebut, pedagang pasar kecewa. Pasalnya, dalam beberapa waktu kedepan, lahan yang dijadikan sebagai lokasi transaksi oleh pedagang hewan ternak, akan diambil alih pemiliknya, keluarga H. Surdi (Alm).

“Kami kecewa atas belum dianggarkannya pasar dalam APBD untuk pedagang hewan. Teman-teman pasti kecewa kalau harus pindah dari lokasi sekarang sementara tempatnya belum disediakan. Saya dengar, lahan yang digunakan sekarang akan diambil alih pemiliknya,” keluh salah seorang pedagang yang enggan menyebut jatidirinya Senin (22/6) di Jonggol.

Padahal, Pasar Hewan Jonggol lanjut dia merupakan salah satu pasar yang menjadi tujuan pedagang hewan di Kabupaten Bogor, bahkan Jawa Barat sampai ke Jawa Timur untuk menjual hewan ternaknya.

Hal tersebut membuat terjadinya perputaran uang tidak sedikit setiap minggu. Atas dasar itu, pihaknya meminta Pemkab Bogor segera menganggarkan biaya pembangunan pasar.

“Saya dan teman-teman pedagang meminta Pemkab Bogor segera menganggarkan dan membangun pasar untuk pedagang hewan ternak. Karena, kalau tidak segera dibangun, kami para pedagang kebingungan menjual hewan ternak,” tandasnya.

Terpisah, Mantan Camat Jonggol H. Beben Suhendar, S.H, M.H yang juga Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor mengatakan, telah memperjuangkan anggaran pasar hewan. Dirinya yakin, tahun 2021 anggaran sudah masuk APBD.

“Kami telah mengawal pembangunan pasar hewan jonggol agar terwujud. Di musrenbang kabupaten sudah saya sampaikan agar tidak mencoret usulan ini,” kata Beben usai menghadiri Reses Anggota Dewan masa sidang III 2019 – 2020 di Cariu, Selasa (23/6) kemarin.

Lanjutnya, anggaran sebesar Rp 15,5 miliar lebih untuk pembangunan gedung telah sampai ke meja Bupati Bogor Ade Yasin. Anggaran itu diusulkan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor.

Perjuangan mantan camat ini untuk membangun pasar Hewan Jonggol beralasan. Karena disana ada perputaran uang yang cukup banyak. Mencapai puluhan miliar rupiah setiap minggu, dengan waktu pasar Senin dan Kamis. Hasil itu dapat dipungut retribusinya untuk mengangkat Penghasilan Asli Daerah (PAD).

“Ini harus diperjuangkan, disana ada perputaran uang yang tidak sedikit. Mencapai puluhan miliar dan itu bisa menjadi retribusi untuk menambah PAD,” pungkasnya. (soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed