by

Perhutani KPH Bogor Gelar Apel Kesiapsiagaan Bersama Stakeholder Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan

BOGOR, PERHUTANI (5/08/2020) | Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Bogor, Ahmad Rusliadi memimpin Apel Kesiapsiagaaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan lingkup wilayah Perhutani KPH Bogor di Wisata Sentul Eco Edu Tourism Forest (SEETF) yang terletak di Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor.

Peserta Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan sebanyak 150 orang, melibatkan unsur seluruh jajaran keamanan KPH Bogor mulai dari Wakil Administratur, Pabin, Asper/KBKPH, KRPH, anggota Polhut dan Polter, termasuk dari unsur Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, BPBD Kabupaten Bogor, Satuan Polisi Pamomg Praja Kabupaten Bogor, Camat Babakan Madang, Polsek Babakan Madang, Koramil Citeureup, Kepala Desa Karang, Pramuka Saka Wana Bhakti dan perwakilan LMDH dan masyarakat sekitar

Ahmad Rusliadi, Administratur Perhutani/KKPH Bogor menyampaikan bahwa Perhutani KPH Bogor diamanahi untuk mengelola kawasan hutan seluas + 49.500 Ha mulai dari wilayah Kabupaten Bogor sampai Kabupaten Bekasi. “Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden No 5 Tahun 2020, Surat edaran Menteri LHK , Surat Perintah Direksi Perum Perhutani serta Surat Perintah Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, yang intinya adalah supaya segenap petugas selalu dalam keadaan siap siaga dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” paparnya.

Sehubungan dengan itu, lanjutnya, untuk jajaran keamanan Perhutani KPH Bogor, di instruksikan sebagai berikut : (1) Para pemangku wilayah mulai dari Asper/KBKPH sampai KRPH dilarang meninggalkan tempat tugas tanpa seijin pimpinan. (2) Mengadakan patroli secara rutin pada lokasi-lokasi rawan kebakaran.(3) Antisipasi pada lokasi persiapan pembuatan tanaman, baik di Tumpangsari maupun Banjarharian karena biasanya melakukan persiapan pengolahan lahannya dengan cara dibakar (biaya murah), (4) Pastikan APD siap pakai dan selalu di cek apakah bisa berfungsi dengan baik.(5) Penggunaan aplikasi LAPAN fire hotspot, untuk lebih cepat mengetahui keberadaan titik titik api (6) Selalu berkordinasi dengan semua steakholder terkait.

“Kita harus berkordinasi sejak awal, jangan hanya melakukan kordinasi pada saat terjadi bencana kebakaran saja, sehingga pada saat terjadi bencana kebakaran kita semua merasa punya tujuan yang sama yaitu bersama-sama ingin memadamkan api dan menghindari terjadinya bencana kebakaran hutan,” tegasnya.

Dalam Apel Kesiapsiagaan tersebut, Administratur/KKPH Bogor melakukan penyematan dan
Pemberian Alat Pelindung Diri (APD) kepada perwakilan Mandor Polter sdr , anggota Polhut sdr. Topik Hidayat dan KRPH sdr. Iwan Maulana. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed