by

39 Persen Warga Tidak Terapkan Protokol Kesehatan Karena Merasa Lingkungan Mereka Aman Dari Covid-19

JAKARTA – Pemerintah harus melakukan langkah lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan di masa pandemik karena merasa tidak ada kasus covid19 disekitar mereka. Hal ini disebabkan tidak banyak warga yang tahu bahwa virus Corona sudah menjadi pandemik.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto dalam pemaparan hasil Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19, mengungkapkan perilaku masyarakat yang merasa aman karena tidak ada kasus covid19 di lingkungan mereka jumlahnya mencapai 39 persen dari total responden.

“39 persen dari responden mengatakan bahwa tidak adanya kasus COVID-19 di sekitar mereka membuatnya tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” kata Kecuk dari Graha BNPB pada Senin kemarin, dikutip Selasa (29/9/2020).

Survei dilakukan secara online pada 7-14 September 2020 melibatkan 90.967 responden yang terdiri dari 44,77% laki-laki dan 55,23% perempuan.

Alasan paling dominan, responden berpendapat tidak ada sanksi sehingga tidak mau menerapkan protokol kesehatan. Namun menurut Kecuk, pendapat tersebut rasanya akan segera bergeser karena saat ini Pemerintah sudah secara masif menerapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

“Jadi sekarang pemerintah sudah menerapkan sanksi, tampaknya ke depan sanksi ini perlu dipertegas lagi,” Kecuk menambahkan.

Sementara alasan berikutnya, 33 persen responden mengatakan tak melakukan protokol kesehatan karena dirasa membuat pekerjaannya terganggu. Jumlah responden karena merasa aparat dan pemimpinnya tidak memberikan contoh juga cukup tinggi, yakni sebesar 19 persen.

“Jadi tampaknya ke depan ini perlu sentuhan, seluruh pimpinan, seluruh aparat, harus memberikan contoh di depan supaya masyarakat mengikuti,” tambahnya.

Dalam presentasinya, beberapa alasan lain yang muncul adalah: harga masker, face shield, serta hand sanitizer yang cenderung mahal (23 persen), mengikuti orang lain (21 persen), dan lain-lain (15 persen). (*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed