by

DPRD Minta Alat Test PCR Segera Ditambah, Dinkes Dinilai Lamban

CIBINONG- DPRD Kabupaten Bogor mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera menambah kapasitas tes Covid-19 berbasis polymerase chain reaction (PCR). Saat iniĀ  Pemerintah Kabupaten Bogor hanya mampu menguji 800 spisemen perminggu dari target minimal uji test PCR sebesar 6.000 spesimen. sementara jumlah sampel swab test yang masuk lebih dari 2.000 spesimen, perhari. Angka ini dipastikan masih terus meningkat menyusul angka pasien terinfeksi Covid19 mengalami peningkatan yang cukup drastis.

“Kemarin di pembahasan KUA-PPAS dan juga RAPBD Perubahan di Banggar (Badan Anggaran) sudah kita dorong dan sudah disepakati penambahan mesin PCR,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim.

Di rapat Banggar, pihaknya juga bertanya langsung berapakepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor berapa kemampuan tiap Rumah Sakit untuk Swab test juga Dinkes yang mengandalkan lab luar. Dan (jawabannya) sangat jauh dari kebutuhan,” katanya.

Agus meminta, agar persoalan rendahnya kapasitas test PCR tidak boleh dibiarkan terlu lama. Menurut dia, pemerintah harus segera melakukan pengadaan kapasitas alat test PCR di Labkesda dan semua laboratorium RSUD yang ada di Kabupaten Bogor. Bahkan dia juga meminta agar ada pengadaan test uji PCR portabel yang bisa dibawa saat petugas melakukan swab test.

“Setelah ketok palu hari ini (Rabu,30/9/2020) kita harapkan segera direalisasi dan dilakukan proses pembelian dan penyiapan labnya. Semoga tidak terlalu lama bisa langsung operasi, termasuk juga kita minta pembelian PCS portable,” tegasnya. Hari ini, Pemerintah dan DPRD menggelar Rapat Paripurna untuk mengesahkan APBD Perubahan.

Kinerja Dinkes Lemah

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menyebut saat ini Kabupaten Bogor baru memiliki satu tempat untuk melakukan uji spesimen covid-19, yakni di RSUD Cibinong. Padahal, minimal tiap RSUD memiliki satu hingga dua alat uji agar penanganan covid-19 bisa maksimal.

Iwan mengaku sempat menegur Kepala Dinkes Kabupaten Bogor karena rendahnya serapan anggaran pada semester pertama anggaran, Juni lalu.

Bahkan dari Rp1,688 triliun anggaran yang digelontorkan Pemkab Bogor, Dinkes hanya mampu menyerap Rp296,3 miliar, atau cuma 17,55 persen dari anggaran yang tersedia. Padahal, Dinkes bisa melakukan belanja khusus untuk penanganan covid-19. Tidak harus menunggu anggaran terserap di akhir tahun.

“Saya sempat tegur kemarin, karena serapan anggarannya masih rendah. Apalagi disana ada belanja khusus penanganaan covid-19. Kita juga sudah meminta Dinkes untuk segera melakukan penyerapan anggaran. Kita akan koreksi jangan sampai serapan membludak di akhir tahun anggaran,” kata Iwan kepada wartawan. (*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed