by

PEMKAB BOGOR KEWALAHAN TANGANI COVID-19

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor mengaku kewalahan menangani kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor. Jumlah terkonfirmasi positif di Bumi Tegar Beriman tersebut dari hari ke hari mengalami peningkatan cukup drastis, sementara kemampuan pemerintah untuk melakukan tracking test swab dan PCR masih sangat lemah.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, kemampuan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan tenaga kesehatan yang ada saat ini hanya jauh dari ideal. Dari jumlah populasi penduduk yang hampir 6 juta jiwa, idealnya test PCR (polymerase chain reaction ) swab test dilakukan kepada 6 ribu spisemen per minggu, atau 1 persen dari jumlah penduduk. “Kemampuan kita sekarang hanya 800 test  PCR setiap Minggunya,” ujarnya, kepada wartawan.

Rendahnya kemampuan tes PCR swab test, dikarenakan keterbatasan alat uji yang ada di Labkesda Jabar. Saat ini, ada 1.000 lebih PCR yang masuk daftar tunggu untuk dilakukan pengujian. Sementara jumlah sampel tes swab yang masuk diperkirakan mencapai 2 ribu lebih perhari. “Setiap hari dari masing-masing Puskesmas ada 20 sampel yang masuk, jumlah puskesmas kita sebanyak 101 unit,” ungkap Oki Bagus, petugas Swaber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Karena keterbatasan itu, Oki mengaku sulit memberi kepasatian waktu kapan hasil swab test bisa dikeluarkan. “Mungkin bisa dua atau tiga Minggu,” katanya (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed