by

Satu Anggota DPRD Kota Bogor Terpapar Corona, 31 Orang Jalani Tes Swab

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Seorang anggota DPRD Kota Bogor dinyatakan terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan swab.

“Kami hari Senin tanggal 28 September menerima hasil swab yang menyatakan satu anggota DPRD terkonfirmasi positif Covid-19. Bersangkutan mengikuti tes swab pada hari Minggu (27 September),” kata Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto kepada sejumlah awak media di Balai Kota Bogor, Selasa (29/9/2020).

Lanjut Atang, anggota DPRD tersebut saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumahnya dikarenakan orang tanpa gejala atau OTG.

Ia belum dapat memastikan bersangkutan terpapar virus corona dari mana. Namun diketahui olehnya bersangkutan sempat mengalami demam tinggi sebelum dilakukan tes swab.

“Kalau dugaan terpapar, kita belum bisa memastikan, karena selama satu pekan ini aktivitas saya cukup banyak baik rapat-rapat, kegiatan ke masyarakat dan pribadi, termasuk kunjungan kerja. Jadi artinya saya belum bisa menjamin ini terpapar dari mana. Tapi faktanya Senin hasil tes swab keluar terkonfirmasi positif. Dimana, dari Senin sampai Kamis kegiatan di kantor, dan kunjungan kerja baru di Kamis malam sampai Sabtu pagi. Dan Sabtu malam sudah mengalami demam tinggi, Minggu-nya dites swab,” papar Atang.

Dengan adanya kasus positif ini, pihaknya telah mengambil beberapa langkah, seperti sejak kemarin dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan dan memperketat protokol kesehatan di kantor DPRD.

Selanjutnya atau hari ini telah dilaksanakan tes swab kepada anggota DPRD maupun staf sekretariat dewan yang memiliki riwayat kontak erat dengan anggota DPRD tersebut. Total yang menjalani tes swab berjumlah 31 orang.

“Dari penelusuran awal ada 19 nama baik anggota DPRD maupun staf sekretariat dewan, dan hari ini bertambah yang mengikuti tes swab menjadi 31 orang. Penambahan juga di luar interaksi di kantor DPRD,” jelasnya.

Untuk aktivitas di kantor DPRD sendiri, kata Atang, tidak ditutup secara total dikarenakan ada agenda kerja yang harus diselesaikan oleh DPRD dan Pemerintah Kota Bogor, salahsatunya pembahasan APBD Perubahan 2020.

“Tidak ditutup total, ada beberapa hal yang harus kita selesaikan. Pertama, penerimaan surat aspirasi warga. Kedua, hari ini kita sedang pembahasan maraton untuk penyelesaian APBD-P. Tapi tidak seperti biasanya rapat secara langsung kehadiran fisik, akan dikombinasikan untuk rapat secara virtual,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga membebastugaskan untuk sementara ini kepada 21 orang yang memiliki kontak erat langsung dengan anggota DPRD terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dan 16 anggota DPRD yang kontak erat plus lima staf sekretariat dewan sudah dibebas tugaskan aktivitas dan diminta untuk tidak hadir di kantor DPRD. Untuk sisanya melakukan tugasnya secara virtual,” tandasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed