by

Tim Merpati Sosialisasi dan Edukasi di Tempat Usaha

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah membentuk dua unit khusus untuk mengedukasi dan mengawasi aktivitas warga di masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

Dua tim tersebut, yakni Tim Merpati yang bertugas mengedukasi dan Tim Elang bertugas melakukan pengawasan.

Kali ini, Tim Merpati melakukan sosialisasi dan Edukasi mengenai Covid-19 di Third Wave Coffee Co di Jalan Prof. DR. H. Andi Hakim Nasoetion, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (22/9/2020).

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan IDI Kota Bogor, Irianto Honest menyebutkan, berdasarkan data medis hasil penelitian ilmiah yang dilakukan Center for Disease Control (CDC) baru-baru ini, kadar partikel kecil Covid-19 yang bisa membuat seseorang terinfeksi Covid-19 kurang lebih berjumlah 1.000 partikel kecil Covid-19.

“Bagi penderita Covid-19, ketika bernapas biasa tanpa memakai masker jumlah kadar partikel kecil Covid-19 yang keluar sebanyak 20 partikel, jika berbicara kadarnya berjumlah 200 partikel sedangkan jika batuk atau bersin partikel yang keluar kurang lebih sebanyak 200 juta Covid-19,” katanya.

Irianto melanjutkan, peningkatan kasus penularan Covid-19 yang saat ini banyak terjadi di dalam ruangan yang tertutup (indoor) akibat kurangnya ventilasi dalam ruangan karena tidak ada jendela dan menggunakan Air Conditioning (AC).

Dengan kondisi tersebut, partikel kecil Covid-19 bisa bertahan berjam-jam di ruangan tersebut. Bagi para pelaku usaha dan orang yang sering melakukan pekerjaan di dalam ruangan, dirinya menghimbau untuk berhati-hati.

“Keadaan diperparah jika penerapan protokol kesehatan kurang maksimal. Pengukuran temperatur suhu tubuh, sebetulnya hanya efektif sebesar 30 persen. Banyak kasus penularan disebabkan tanpa gejala, yang efektif adalah dengan mencuci tangan dengan baik sesuai standar WHO,” jelas Irianto.

Penerapan protokol kesehatan, seperti 3M sesuai standar WHO juga disampaikannya kepada semua yang hadir. Menurutnya, idealnya dalam mencuci tangan sesuai standar WHO ada 6 langkah yang harus dijalankan, yakni membersihkan bagian dalam tangan selama lima detik, sela-sela jari, punggung tangan plus sela-sela jari bagian luar, bagian bawah sisi, ibu jari, kuku jari khususnya yang panjang.

Cara membasuhnya juga sesuai metode mencuci tangan dan dikeringkan dengan tisu yang steril. Untuk pemakaian masker, yang harus dipastikan bagian dalam masker jangan disentuh.

“Pada saat memakai masker tangan dalam keadaan bersih, setelah memakai masker kembali dibersihkan dengan hand sanitizer, jangan lupa bawa masker lebih dari satu,” ujarnya.

Sementara untuk masker kain hal yang harus dipastikan adalah lebih dari satu lapis agar daya saringnya maksimal. Hal yang paling penting terkait penerapan protokol kesehatan, jika dilaksanakan secara maksimal, maka bisa mencegah penularan Covid-19.

“Untuk jaga jarak idealnya adalah 1,5 meter – 2 meter. Kepada sesama harus saling tetap peduli demi kesehatan semua. Satu hal penting lainnya adalah etika ketika batuk atau bersin,” jelasnya.

Selain perwakilan IDI Kota Bogor, turut hadir berbagi pengalaman warga yang telah sembuh dari Covid-19 dan tergabung dalam Komunitas Teman Co Kota Bogor.

Kepada semua pihak, anggota Teman Co menghimbau jika ada yang tertular Covid-19, jangan di stigma negatif dan jangan dihindari karena tidak mendidik.

Teman Co adalah komunitas di inisiasi untuk berbagi tentang Covid-19 yang memberikan pendampingan baik secara personal maupun ekonomi bagi pasien tidak mampu.

Teman Co juga berpesan agar disiplin menjalankan protokol kesehatan baik di dalam maupun di luar rumah guna menghindari penularan Covid-19 yang nyata dan bukan konspirasi.

Ketua Komunitas Kopi Bogor, Noval Iza Aberden menyebut, paling sulit melawan musuh yang sifatnya eksternal, dalam hal ini Covid-19 dan juga melawan ketidaksadaran warga itu sendiri.

“Untuk edukasi dan sosialisasi Covid-19 di tempat usaha seperti di kami sebaiknya segera dirumuskan formulasinya. Dalam edukasi alangkah baiknya ada visualisasi yang bisa ditampilkan sebagai bukti nyata untuk lebih meyakinkan dalam edukasi,” katanya.

Saran juga disampaikan Irianto Honest dari IDI Kota Bogor agar tempat usaha menyediakan masker bagi konsumen yang kebetulan tidak membawa masker dan menyediakan layar televisi untuk edukasi berupa video pendek.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Bogor, Abdul Manan Tampubolon, Kabid Ekraf Disparbud Kota Bogor, Marissa dan lainnya.

Di akhir acara semua yang hadir melanjutkan diskusi untuk menentukan format edukasi dan sosialisasi Covid-19, khususnya bagi tempat usaha. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed