by

Pengurus FIM-PII Jawa Barat Periode 2021-2024 Resmi Dikukuhkan

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pengurus Forum Insinyur Muda – Persatuan Insinyur Indonesia (FIM-PII) Jawa Barat Periode 2021-2024 secara resmi dikukuhkan.

Pengukuhan secara langsung dilakukan Ketua Umum FIM-PII, Haudhi Ramdayuza di Hotel Swiss Bel Bogor, Minggu (21/2/2021).

Pengukuhan tersebut dimaksudkan dalam rangka mendorong peran insinyur muda dalam membangun negeri. Kegiatannya dilanjutkan dengan seminar nasional melalui virtual dengan tema ‘Peran Insinyur Muda dalam Sinergitas Pentahelix di Masa Pandemi Covid 19’.

Insinyur merupakan pendorong kemandirian bangsa. Selain menjadi visi Persatuan Insinyur Indonesia, juga menjadi tantangan bagi setiap insan insinyur di tanah air yang wajib meningkatkan kompetensinya sesuai dengan bidang masing-masing.

Kualitas insinyur di Indonesia sudah tidak diragukan berkat kontribusinya dalam pembangunan yang mendorong kemajuan bangsa. Namun jika dibandingkan dengan kebutuhan sekarang jumlah insinyur masih kurang.

Berdasarkan data, jumlah insinyur di Indonesia sebanyak 2.671 per satu juta insinyur, sementara Malaysia sekitar 3 ribuan, Vietnam 5 ribuan, sementara di Tiongkok lebih dari dua kali lipatnya.

Ketua FIM-PII Jawa Barat, Arif Marojahan Silaban usai dilantik mengatakan, bahwa
FIM Jawa Barat memiliki potensi insinyur baik dari sisi jumlah maupun kualitas, dikarenakan Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang menghasilkan insinyur terbaik dari berbagai universitas atau perguruan tinggi.

“Dari aspek sumber daya alam, Jawa Barat memiliki perkebunan, industri pertanian, dan peternakan yang cukup luas dan beragam yaitu teh, kelapa sawit, tebu, tembakau, cengkeh, perkebunan jagung, industri pakan, pengolahan susu, dan lain-lain. Selain itu, Jawa Barat memiliki beberapa kawasan industri strategis nasional seperti di Karawang, Cikarang, dan Bekasi,” katanya

Potensi tersebut kata dia, perlu diorganisir dan dikelola dengan sungguh-sungguh mengingat tantangan yang semakin nyata, terutama di masa pandemi Covid-19. Sebab, banyak industri mengalami dampak yang serius seperti pengurangan karyawan, pembangunan yang berhenti, pembatasan aktivitas, dan penerapan protokol kesehatan dalam bekerja.

“PR bagi pengurus yang baru dilantik cukup besar guna menjawab tantangan tersebut,” paparnya.

Untuk program kerja, jangka pendek FIM-PII Jawa Barat akan mengadakan berbagai diskusi atau seminar untuk memberikan wawasan dan pengalaman kepada insinyur muda. Jangka menengah dan panjang adalah menghimpun para insinyur muda dan menyosialisasikan FIM-PII ke berbagai universitas dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menumbuhkan minat pendidikan teknik, sains, dan terapan.

“Agar program kerja lebih efektif, kami akan mendorong terbentuknya FIM cabang dari kabupaten/kota untuk menyinergikan dengan program kerja FIM-PII pusat. Saya berharap kedepan FIM Jawa Barat akan menjadi bagian dari sinergi Pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Praktisi, Mahasiswa Teknik, Sains, Terapan) untuk kemajuan bangsa khususnya di Jawa Barat,” tegasnya.

Ketua FIM PII Pusat, Haudhi Ramdayuza dalam sambutan menyampaikan harapan besarnya agar di Jawa Barat FIM mengeksplorasi program-program yang luar biasa. Menurutnya ada enam proyek utama di Jawa Barat salah satunya adalah jalur kereta Bogor-Sukabumi, kereta cepat Jakarta-Bandung, dan pembangunan lainnya.

“Dengan banyaknya program-program proyek strategis nasional ini menjadi potensi insinyur muda Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Pengurus Pusat PII Heru Dewanto menyampaikan, dibutuhkan kepemimpinan transformasional mulai dari pusat dan wilayah cabang termasuk FIM.

“Baru-baru ini PII merekomendasikan agar sejumlah daerah khususnya daerah rawan gempa segera menerbitkan Perda dalam menetapkan standar-standar keinsinyuran. Kami berharap agar seluruh pejabat melibatan keinsinyuran profesional,” katanya.

Hadir sebagai pembicara dalam seminar nasional melalui virtual tersebut adalah anggota DPR RI Komisi VI Lamhot Sinaga, Deputy General Manager PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk., Soegito C Kurniawan, Executive Vice President Regional III PT Telkom Indonesia (Persero) Sujito, Direktur Pendidikan Non Reguler Institut Teknologi Bandung, Prof. Andri Dian Nugraha dan Direktur Utama PT Migas Hulu Begin Troys. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *