by

Warga Tamanrahayu Menyaksikan Sidang Kades Pemalsu Surat Tanah

BOGORONLINE.com, CIKARANG – Tokoh masyarakat Desa Tamanrahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Ajat Sudrajat hadir menyaksikan langsung sidang kasus pemalsuan surat tanah milik Ahli waris Ontel bin Teran oleh Kades Abdul Wahid dan rekan. Kehadiran sang tokoh ke PN Cikarang menyusul maraknya berita tentang kades yang menjadi panutan di wilayahnya, simpang siur.

Kehadiran Ajat dan warga lainnya, karena empat tokoh sentral Tamanrahayu, Abdul Wahid (Kades), Irfan Firmansyah (Ketua BPD), Sukri (Kaur Perencanaan) dan Rifai (ASN) ternyata menjadi pesakitan setelah dinyatakan sebagai terdakwa oleh Kejaksaan Negeri Cikarang dengan ancaman hukuman kurungan penjara enam tahun sebagaimana KUHP 263.

“Saya dan beberapa warga Tamanrahayu lainnya sengaja kesini untuk menyaksikan langsung jalannya persidangan. Hampir tidak percaya dengan kondisi keempat tokoh yang telah menjadi terdakwa,” kata Ajat Sudrajat kepada wartawan usai persidangan di PN Cikarang, Kamis (20/5).

Menurut Ajat, dengan dijadikannya terdakwa keempat tokoh itu, dirinya meminta aparat lenegak hukum baik hakim maupun jaksa agar proses persidangannya dilaksanakan secepat mungkin. Karena, kalau berlama-lama, dipastikan pelayanan masyarakat Desa Tamanrahayu akan terganggu.

“Kami meminta kepada hakim dan jaksa agar putusan secepatnya diambil. Kalau terlalu lama, pelayanan desa kami akan terganggu dan tidak akan berjalan normal,” tutur Ajat.

Dia juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini, Bupati Eka Supria Atmaja tidak tutup mata dengan persoalan itu. Sebaiknya, segera mengambil langkah agar pelayanan di Desa Tamanrahayu tetap berjalan seperti biasa.

“Kalau memang bersalah, silahkan dihukim sesuai aturan yang berlaku. Tapi, kalau tidak bersalah, segera pulihkan namanya dan kembalikan kepada kami agar pelayanan bisa normal kembali,” harapnya.

Sebelumnya, status keempat tokoh dan panutan warga Desa Tamanrahayu dinyatakan sebagai terdakwa atas perbuatan melawan hukum, diakui pengacaranya, Taufik Hidayat. Menurut dia, apa yang dilakukan kliennya itu tujuannya baik. Hanya saja, caranya yang salah karena melakukan tindakan melawan hukum.

“Upaya yang dilakukan klien kami sangat baik. semua upaya itu untuk kepentingan bersama, kepentingan orang banyak. Hanya saja, caranya yang salah,” tandas Taufik.(soeft)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *