BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Melonjaknya kasus Covid-19 belakang ini di Kota Bogor, membuat sistem pelat nomor ganjil genap untuk mobil dan motor kembali diberlakukan pada masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.
“Kami akan memperkuat PPKM mikro di tingkat RT dan RW, dalam rangka mengantisipasi penyebaran (Covid-19). Kemudian pada situasi makro akan melaksanakan ganjil genap kembali,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya dan Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf. Robby Bulan dalam konferensi pers di RSUD Kota Bogor, Rabu (16/6/2021).
Kebijakan sistem ganjil genap akan diberlakukan dua hari pada Sabtu (19/6/2021) dan Minggu (20/6/2021) mulai pukul 10.00 sampai dengan 16.00 WIB.
Kebijakan tersebut dikecualikan bagi ambulan, pemadam kebakaran, kendaraan dinas pemerintah dan kendaraan tertentu (angkutan umum, daring, pengangkut logistik, pekerja yang menunjukkan surat tugas).
Kapolresta menambahkan, pada sistem ganjil genap kali ini terdapat lima titik check point atau pos pemeriksaan untuk kendaraan.
Kelima titik tersebut, antara lain simpang Baranangsiang, Jalan Pajajaran (depan Rumah Makan Bumi Aki), simpang Air Mancur, simpang Jembatan Merah. Selanjutnya, khusus check point simpang Empang sekaligus akan diberlakukan rekayasa arus lalu lintas.
“Untuk yang kelima kami akan melaksanakan check point sekaligus rekayasa lalu lintas di Jalan Empang. Sehingga satu arah, dari Suryakencana, Otto Iskandardinata (Otista) menuju ke Empang,” urai Susatyo.
Ia menegaskan kedua hal tersebut merupakan yang akan dilakukan dalam menyikapi dinamika peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor.
“Dengan dua hal tersebut, kami berharap penguatan mikro, pembatasan mikro maupun pembatasan yang dilakukan makro itu bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data Covid-19 dari Dinas Kesehatan Kota Bogor hingga Kamis (15/6/2021), terjadi penambahan 73 kasus positif. Sedangkan untuk total kasus positif selama pandemi Covid-19 di Kota Bogor hingga kemarin berjumlah 16852 kasus. Dengan rincian, 756 masih sakit, 15828 selesai isolasi atau sembuh dan 268 meninggal. (Hrs)





