Maksimalkan Dana CSR di Kota Bogor, Komisi IV Gelar Rapat Dengan Tim Fasilitator TJSL

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Komisi IV DPRD Kota Bogor saat ini tengah mendorong penggunaan dana Corporate Social Resposibility (CSR) untuk menunjang pembangunan di Kota Bogor. Hal itu ditunjukkan dengan digelarnya rapat antara Komisi IV DPRD Kota Bogor dengan tim fasilitator TJSL Kota Bogor.

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV Said Muhammad Mohan dan ikuti Sekretaris Komisi IV Endah Purwanti dan anggota Komisi IV Rifki Alaydrus serta Bappeda Kota Bogor selaku tim fasilitator.

Dalam rapat tersebut, Mohan menekankan bahwa keberadaan CSR harus bisa dimaksimalkan untuk pembangunan di Kota Bogor, baik infrastruktur ataupun ekonomi, sosial dan budaya.

“Jadi dana CSR ini seharusnya bisa menunjang APBD untuk pembangunan Kota Bogor jika diarahkan dan dimaksimalkan,” ujar Mohan.

Penggunaan dana CSR dijelaskan olehnya, sudah tertuang dalam Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Namun, didalam perda yang ada ataupun perwali yang menjadi turunan perda tersebut dinilainya belum berjalan maksimal.

Diketahui Mohan, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh tim fasilitator, dana CSR yang mengalir di Kota Bogor masih berada di angka Rp4 miliar dengan jumlah partisipasi perusahaan rata-rata sebanyak 18 perusahaan.

“Laporan yang disampaikan hanya dari 2016 saja. Disana dana CSR fluktuatif ya tiap tahun, dimulai dari Rp1,6 miliar di 2016, lalu naik jadi Rp7 miliar di 2017 dan turun menjadi Rp4 miliar dari 2018 hingga tahun ini yang masih berjalan,” jelas Mohan.

Untuk memaksimalkan dana CSR dan jumlah perusahaan yang berpartisipasi, dikatakan Mohan, pada 2022 nanti DPRD Kota Bogor akan berperan aktif mengawasi penyaluran dana CSR dan mendorong forum CSR lebih berperan aktif untuk menjemput bola.

“Kami juga menyayangkan masih ada perusahaan yang bermain ‘receh’ untuk sekadar menggugurkan kewajiban saja. Masa CSR hanya ratusan ribu saja, itu kan tidak masuk akal. Makanya kami akan berperan aktif dalam menjalankan fungsi pengawasan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Endah Purwanti meminta kepada tim fasilitator dan forum CSR agar lebih aktif menjemput bola dana CSR agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena, sejauh ini keterbukaan pengelolaan dana CSR masih menjadi penyebab tidak meratanya pembagian dana CSR.

“Ada beberapa wilayah yang selalu mendapatkan suntikan CSR, sedangkan daerah lain tidak. Nah pemerataan dana CSR ini perlu dipertimbangkan juga, disamping jumlahnya,” ujarnya.

Dikesempatan itu, Endah memberikan ultimatum kepada perusahaan-perusahaan yang masih tidak mau menyalurkan dana CSR sesuai ketentuan Perda 6/2016, dimana didalamnya tertuang sanksi pencabutan izin usaha.

“Masa dari Kota Bogor sebesar ini hanya ada 18 perusahaan saja yang menyalurkan CSR. Yang lainnya tidak tercatat atau tidak menyalurkan. Kalau ada perusahaan bandel yang tidak mau memberikan dana CSR maka kami akan mendorong pemkot bertindak tegas yaitu dengan ancaman pencabutan izin usaha, camkan,” pungkasnya. (*/Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *