Berantas Buta Aksara Al-Qur’an, Pemkot Lanjutkan Bogor Mengaji

BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor menggelar wisuda Tuntas Mengaji (Tasmi) dari program Bogor Mengaji di GOR Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (19/4/2022). Sedikitnya 1.500 santriawan dan santriwati angkatan tahun 2021 yang berhasil lulus dalam program tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya usai menghadiri acara wisuda mengatakan, berkaitan dengan Bogor Mengaji, ia telah melakukan pembicaraan dengan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. Lembaga DPRD, sambungnya, sangat mendukung terhadap program tersebut untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an.

Kedepan, imbuh Bima Arya, program Bogor Mengaji tak hanya para lanjut usia akan tetapi diikuti oleh kalangan pemuda. “Nanti kami akan masuk tidak saja ke para lansia, tapi ke anak muda dan remaja juga. Kalau sekarang dilihat masih banyak lansia, tahun depan harus masuk ke anak-anak muda juga. Mudah-mudahan ada komitmen anggaran yang sama-sama dikuatkan dengan DPRD Kota Bogor,” ujarnya.

Bima Arya mengungkapkan, animo masyarakat cukup baik untuk mengikuti program ini. Hal itu terbukti dari yang diwisuda mencapai 1.500 peserta. “Inipun karena keterbatasan pengajar dan biaya, nanti kalau ada biaya dan banyak pengajarnya maka akan bertambah lagi. Pengajar dari DMI Kota Bogor juga ada dari jaringan pesantren,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Adkesra Setda Kota Bogor Adi Novan memaparkan, kuota angkatan pertama tahun 2021 setiap kelurahan berjumlah 30 orang dengan rincian 15 laki-laki dan 15 perempuan.

“Terhitung ada 2.000 orang lebih yang mengikuti program Bogor Mengaji, tetapi saat diwisuda ini berkurang menjadi 1.500 orang santriawan dan santriwati,” kata Adi.

Untuk angkatan kedua akan dibuka kembali di tengah tahun 2022 ini. “Kami buka untuk remaja juga dan kenapa pesertanya banyak lansia, karena waktu luangnya banyak dan untuk memberikan contoh kepada remaja,” ungkap Adi.

Adi melanjutkan, bahwa program Bogor Mengaji ini banyak diminati masyarakat dan disambut antusias. Bahkan ada beberapa santri mengeluarkan biaya transportasi untuk mau ikut pengajian.

“Kenapa diminati juga, kedua dari sisi waktu hanya satu minggu dua kali. Kami akan lakukan evaluasi dari angkatan pertama, untuk perbaikan. Tetapi ada minat juga untuk angkatan pertama yang ingin tetap mengaji, itu akan dipersiapkan apakah ada kelas lanjutan atau bagaimana. Untuk kegiatan hari dan jam fleksibel, begitu juga tempat ditentukan oleh jamaah,” pungkasnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *