Terkait Bangli di Kawasan Gor Pakansari, Oknum Ketua RW Ini Disinyalir Lakukan Intimidasi ke Pemilik Lahan

Foto ilustrasi (Net).

Cibinong, BogorOnline.com – Tim kuasa hukum pemilik lahan yang diatasnya terdapat bangunan liar (Bangli) terletak di kawasan Gor Pakansari Cibinong, mengaku semakin geram atas dugaan tindak intimidasi kepada clientnya yang disinyalir dilakukan oleh oknum ketua RW 07 Perumahan Puri Alam Kencana, Kelurahan Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Co. Founder Social Business Center (SBC) Law Firm, M. Burhani menyebut, jika pihak oknum ketua Rukun Warga 07 Perumahan Puri Alam Kencana, kelurahan Nanggewer mekar, Cibinong yang jelas-jelas salah dalam membangun tempat usaha untuk kedai angkringan tanpa ijin itu, diduga melakukan intimidasi kepada salah satu clientnya tersebut.

“Dia ngebangun dilahan milik siapa, punya siapa. Tapi kenapa sekarang malah melakukan tindakan diskriminasi terhadap salah satu ahli waris selaku pemilik lahan diatas Bangli tersebut,” ujar M. Burhani kepada wartawan, Jum’at (16/6/23).

Ia menerangkan, apabila pihak oknum ketua RW 07 yakni beratas namakan Mubasir, jika kurang puas kaitan kepemilikan bangunan tempat usahanya yang bakal dilakukan penertiban oleh instansi terkait di lingkup pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu, mengapa tak langsung menghubungi dirinya selaku tim penasehat hukum (PH) dari clientnya tersebut.

“Buat apa kita diberikan kuasa penuh dalam pengurusan lahan yang diklaim merupakan fasilitas umum (Fasum) perumahan Puri Alam Kencana 1 oleh oknum ketua RW 07 setempat, tapi client kami masih yang didatangi oleh dia (Oknum RW, red). Ini orang seperti nggak punya atitude gitu loch,” tegas dia.

Menurutnya, dalam permasalahan  lahan seluas 1380 meter persegi yang terdapat bangli diatas kepemilikan tanah clientnya itu, pihaknya sudah beberapa kali mengajak oknum ketua RW 07 Kelurahan Nanggewer Mekar dan para pengurusnya tersebut untuk dilakukan mediasi.

“Diajak mediasi, ketemu susah. Bagian kita menyerahkan semuanya kepada Pemda kabupaten Bogor, untuk menangani soal Bangli itu agar ditertibkan sampai dilakukan pembongkaran dia (oknum RW) malah kasak kusuk, kan aneh,” ucap Burhani dengan nada kesal.

“Kecewa, menyayangkan. Dan kita akan tuntaskan kalau gini caranya, kita selaku PH ahli waris akan mengambil langkah tegas seperti upaya-upaya hukum, baik pidana maupun perdata. Jadi kedepannya, kita tidak akan lagi mengedepankan kondusifitas, atau mediasi, maupun musyawarah lagi seperti yang sebelumnya kita harapkan dalam menyelesaikan polemik ini,” tambahnya menegaskan.

Burhani mengungkapkan, dalam kaitan permasalahan konflik kepemilikan tanah atas clientnya yang tak kunjung usai itu, semestinya pihak kelurahan dan kecamatan hingga instansi terkait di lingkup Pemkab Bogor, sudah sepatutnya menjadi fasilitator dalam upaya mediasi dengan mengundang seluruh pihak tdemi menyelesaikan polemik ini.

“Ayo kita duduk bareng, kita pecahkan solusinya bagaimana. Tapi kalau gini caranya kan, ini sama saja membiarkan adanya gesekan-gesekan seperti yang terjadi pada Rabu pekan lalu dilokasi,” bebernya.

“Apa menunggu korban dan viral dulu, dan kita laporkan ke penegak hukum. Baru selesai permasalahan ini,” kecamnya dengan menutup pembicaraan.

Sementara, ketika hal ini hendak dikonfirmasi kepada oknum ketua RW 07 Kelurahan Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong, yaitu Mubasir melalui sambungan pesan WhatsApp ke nomor pribadinya, ternyata nomor wartawan Bogoronline.com yang menulis berita ini diblokir, sehingga tidak adanya bantahan atau sanggahan terkait informasi dugaan intimidasi tersebut yang dilakukan oknum ketua RW bersangkutan.

Akibat lambannya kinerja dari pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bogor dalam menindak tegas Bangunan Liar (Bangli) yang berada dikasawan Gor Pakansari Cibinong, menyebabkan sempat terjadinya kerusuhan antara massa dari warga RW 07 Kelurahan Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong dengan tim kuasa hukum ahli waris selaku pemilik tanah tersebut.

Ketua tim kuasa ahli waris dari SBC Law Firm, M. Burhani membenarkan jika terjadinya kerusuhan antara pihaknya dengan massa warga RW 07 itu dipicu atas adanya dugaan provokasi oleh seorang ketua Rukun Warga setempat yang tak terima bila bangunan usahanya diatas sebidang tanah milik clientnya itu dikirimkan surat pemberitahuan dari Kantor UPT Penataan Bangunan wilayah 1 pada DPKPP Kabupaten Bogor dengan nomor 503 / UPT I / Pemb / VI / 2023 pada 7 Juni 2023 lalu ditujukkan kepada ketua RW 07 yang diketahui pihak yang bertanggung akan adanya bangunan liar tersebut.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *