Tak Hanya Mempersulit, Pelayanan Kantah Kabupaten Bogor I Juga Dirasa Lamban!

Cibinong, BogorOnline.com – Pelayanan di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I, yang belum lama ini santer diberitakan karena dinilai persulit pemohon. Kini, layanan yang diberikan oleh kantor dibawah naungan Kementerian ATR/BPN ini, dirasa sangat lamban.

Pasalnya, bagi salah seorang pemohon pemecahan sertipikat di wilayah Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, sebut saja Rahmat mengatakan, jika pelayanan di Kantah Kabupaten Bogor dibawah naungan Yuliana sangat lambat. Dimana, permohonan yang telah didaftarkan sejak 09 Januari 2024 sampai hari ini, pihak Kantah tersebut belum juga mengeluarkan surat tugas ukur sebagai awal langkah pelayanan tersebut.

“Lama sekali ya Allah, ngurus pemecahan sertipikat teman saya dan kebetulan saya sendiri sebagai kuasa nya, sampai hari ini belum juga dilakukan pengukuran,” jelas Rahmat kepada wartawan media ini, Jum’at (26/01/24).

Ia melanjutkan, permohonan yang diajukannya itu sendiri telah terregister dengan nomor 280071/2023. Apalagi, masih kata Rahmat, informasi yang ia peroleh hasil dari bertanya oleh beberapa pejabat di kantor itu, biasanya permohonan pemecahan sertipikat sejak didaftarkan tiga (3) hari setelah langsung dilakukan pengukuran ke lokasi alias dikeluarkan Surat Tugas Ukur (STU).

“Kenapa berkas saya sudah hampir tiga (3) pekan tak juga dilakukan pengukuran ada apa. Apa perlu saya bayar untuk orang dalam baru diukur lokasi yang dimohonkan saya ini, dan diproses berkas permohonan saya ini,” ucapnya dengan nada kesalnya.

Lebih lanjut ia berharap, kepada Kementerian ATR/BPN dan Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jawa Barat, dapat mengevaluasi kinerja kepemipinan Yuliana tersebut.

“Tolong diproses berkas permohonan saya ini, jangan dilambat-lambatin. Tolong untuk kementerian terkait dapat merespone keluhan kami sebagai masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Kantah Kabupaten Bogor I, Yuliana, pada Rabu 24 Januari 2024, hingga berita ini ditayangkan terkesan bungkam.

Sementara, untuk diketahui sebelumnya jika pelayanan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor I, yang terletak di jalan raya Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, dinilai persulit pemohonnya.

Salah seorang pemohon, Firdaus mengatakan jika pelayanan di kantor BPN Kabupaten Bogor 1, yang dipimpin Yuliana sejak 21 Maret 2023 lalu, terkesan berbelit-belit.

“Kenapa ini, pelayanan BPN Kabupaten Bogor 1, sekarang yang dipimpin Yuliana cs terkesan mempersulit pemohonnya,” ujar Firdaus kepada wartawan, Rabu (17/01/24) lalu.

Ia menjelaskan, lamban dan berbelit-belitnya yang dimaksudnya itu, dimana meski buku sertipikat sudah dikategorikan lengkap, dan telah ada tandatangan dari kepala desa, bahkan petugas kantor pencatatan pertanahan itu sudah melakukan cek lokasi, namun masih masih dianggap belum lengkap.

Apalagi, berkas tersebut yang dia ajukanya itu hanya tinggal di paraf seorang pejabat instansi tersebut yakni Kepala Seksi (Kasi) Penetapan Hak dan Pendaftaran (PHP) pada BPN Kabupaten Bogor 1, yang diduduki Iman Malvina Yusuf.

Dilain sisi, Kepala Seksi (Kasi) Penetapan Hak dan Pendaftaran (PHP) pada BPN Kabupaten Bogor 1, Iman Malvina Yusuf Putra menyebut, bila masalah hanya tinggal tandatangan atau paraf, baginya sangat mudah. Akan tetapi, kata Iman, kalau persyaratan materil tidak dipenuhi bagaimana.

“Walaikumsalam mangga pak, Nanti saja di kantor ya pak, saya lai di Cigudeg. Kalau masalah tinggal di ttd (Tandatangan) gampang pak, tapi kalau persyaratan materil tidak dipenuhi bagaimana pak?,” singkatnya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments

  1. Memang luar biasa lambatnya, untuk mempersulit rakyat, hanya revisi nomor hak saja, untuk proses peningkatan hak, 6 bulan baru selsesai.
    Itupun harus komplain dulu via IG.
    Dan gak tau ini proses berikutnya, butuh berapa tahun.

    Seperti pepatah, kenapa dipermudah, kalau bisa dipersulit.

  2. Ahaay…sabar2 yaa, aku ngurus sertifikat hampir setahun blm ada kabar juga, sdh diukur, persyaratan sdh oke semua, sdh dpet no register, tinggal tunggu terbit doang sejak 8 Mei thn lalu blm ada progres