Gunung Putri, Bogoronline.com – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi landasan penting bagi PT PLN (Persero) untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur bangsa dalam lingkungan kerja. Nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama dinilai harus menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional. Semangat kebersamaan inilah yang kini diwujudkan PLN dalam memperketat penerapan Contractor Safety Management System (CSMS) demi menjaga keselamatan seluruh pekerja di lapangan.
Keselamatan kerja bukanlah tanggung jawab satu orang atau satu fungsi saja, melainkan hasil kolaborasi erat dari seluruh pihak yang terlibat. Semangat kolektif ini menjadi ruh utama dalam penerapan CSMS, di mana PLN, mitra kerja, pengawas, dan pimpinan memiliki peran yang sama pentingnya. Sinergi ini ditunjukkan nyata dalam komitmen bersama yang digandeng PLN dengan salah satu mitra strategisnya, PT Melcoinda, yang berlokasi di Jl. Desa Sentul No.77, RT.001/RW.05, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, memberikan arahan tegas mengenai pentingnya keselarasan antara produktivitas dan keselamatan. Beliau menekankan bahwa implementasi CSMS bukan sekadar pemenuhan aspek administrasi di atas kertas, melainkan sebuah instrumen vital untuk melindungi aset paling berharga perusahaan, yaitu nyawa para pekerja. Sugeng menginstruksikan seluruh jajaran di Jawa Barat untuk memastikan setiap pekerjaan di lingkungan PLN terlaksana dengan aman, terkendali, dan selamat hingga tuntas tanpa toleransi terhadap risiko sekecil apa pun.
Senada dengan arahan tersebut, Manager PLN UP3 Gunung Putri, Darwin Simanjuntak, kembali mengingatkan seluruh elemen di bawah kepemimpinannya untuk memperketat pengawasan. Darwin menegaskan bahwa aspek keselamatan harus berada di atas segala-galanya, melampaui target korporasi maupun tekanan pekerjaan. Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi momentum bagi para pimpinan unit untuk mendukung penuh penghentian pekerjaan yang tidak aman (Stop Work Authority), serta memastikan sumber daya, kompetensi, dan fasilitas keselamatan selalu tersedia di lapangan.
“Kami tidak akan ragu untuk menindak tegas setiap pelanggaran fatal risk dan life saving rules. Keselamatan harus dijadikan sebagai indikator utama keberhasilan dari setiap pekerjaan yang kita lakukan,” ujar Darwin Simanjuntak dalam arahannya.
Lebih lanjut, Darwin juga menginstruksikan kepada para user atau pengawas pekerjaan untuk menjalankan fungsi penyaringan dan pemantauan secara ketat. Pengawas lapangan diwajibkan memastikan bahwa kontraktor, termasuk PT Melcoinda di Babakan Madang, telah memenuhi seluruh persyaratan dan lolos evaluasi CSMS sebelum diterjunkan ke area kerja. Seluruh risiko pekerjaan beserta langkah mitigasinya harus dipahami dengan baik oleh semua pihak melalui pengawasan lapangan yang aktif, konsisten, dan berkesinambungan.
Di sisi lain, peran Tim K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menjadi garda depan dalam mengawal eksekusi kebijakan ini di lapangan. Tim K3 diminta bergerak masif untuk memastikan setiap pekerja memahami potensi bahaya melalui pelaksanaan toolbox meeting dan penyusunan Job Safety Analysis (JSA) yang komprehensif. Verifikasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta kelayakan peralatan kerja sesuai standar regulasi menjadi agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan.
Melalui disiplin tinggi dalam penerapan izin kerja (working permit) dan inspeksi rutin, Tim K3 juga bertanggung jawab untuk memastikan setiap temuan potensi bahaya segera ditindaklanjuti. Lebih dari sekadar aturan, langkah ini diambil untuk membangun budaya saling mengingatkan dan peduli antar-pekerja. Dengan demikian, atmosfer kerja yang sehat dan saling menjaga dapat tercipta di setiap titik lokasi proyek.
Melalui penguatan implementasi CSMS yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Pancasila ini, PLN UP3 Gunung Putri optimistis dapat mempertahankan kinerja operasional yang andal sekaligus aman. Kolaborasi aktif bersama mitra kerja seperti PT Melcoinda diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang zero accident. Komitmen ini menjadi bukti nyata bahwa di dalam setiap rupiah listrik yang mengalir, terdapat kerja keras yang mengutamakan keselamatan dan kemanusiaan.





