by

LSM Gerak Ontrog Kejati Jabar, Minta Bima Arya Dicekal

Kota Bogor – bogoronline.com

Sekitar 50 massa dari LSM Gerak mendemo Kejati Jawa Barat pada Kamis (17/3/16). Mereka mensupport pihak Kejati Jawa Barat untuk segera mengungkap otak dari kasus dugaan mega korupsi pengadaan tanah milik Angkahong seluas 7.302 meter persegi yang diindikasikan merugikan keuangan negara Rp 43,1 miliar. Tak  tanggung-tanggung, LSM Gerak menuntut Walikota Bogor Bima Arya untuk dicekal.‎ Kordinator aksi Muhammad Suffi dalam orasinya mengatakan, pihaknya mendatangi Kejati Jawa Barat karena prihatin dengan lambannya proses penyidikan kasus dugaan mega korupsi pengadaan tanah Jambu Dua tersebut.

Sejak dilidik Kejaksaan Negeri Bogor pada awal tahun 2015 hingga naik sidik pada Agustus 2015 baru menetapkan 4 (empat) tersangka pada level pelaksana. Keempat orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka itu adalah IG (mantan camat Tanahsareal), HYP (kepala dinas UMKM Kota Bogor), RA ( appraisal) dan pemilik lahan bernama Angkahong yang dikabarkan meninggal. Terlebih, kata Sufi, dalam pengembangan penyidikan telah ditemukan dokumen yang menunjukan dugaan awal adanya keterlibatan oknum pejabat tinggi di Kota Bogor yang bermain dan menambah anggaran siluman dalam pengadaan tanah untuk relokasi PKL itu. “Untuk kepentingan penyidikan kami menuntut agar Walikota Bogor dicekal bila perlu ditangkap karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti,” katanya.‎

Sufi mengungapkan, dalam anggaran pengadaan tanah Jambu Dua yang disetujui DPRD Kota Bogor melalui Keputusan Pimpinan DPRD Kota Bogor Nomor 903-13 Tahun 2014 tanggal 5 November 2014 tentang Persetujuan Penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bogor tentang Perubahan APBD Tahun 2014 dan Peraturan Walikota Bogor tentang Penjabaran Perubahan APBD Tahun 2014 berdasarkan Evaluasi Gubernur Jawa Barat ditetapkan hanya Rp 17,5 miliar. Sedangkan dalam Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 7 Tahun 2014 tanggal 6 November 2014 tentang Perubahan APBD Kota Bogor tahun 2014 yang ditandatangani Walikota Bogor Bima Arya.

Anggaran pengadaan tanah Angkahong itu naik drastis menjadi Rp 49,2 miliar. Sedangkan keputusan pimpinan tersebut bersifat final. “Kasus ini sudah terang bederang. Ada indikasi praktik mafia anggaran. Kami menuntut Kejati untuk segera menetapkan tersangka baru,” tandasnya. Dalam aksi nya, LSM Gerak membakar gambar wajah Walikota Bogor Bima Arya dan menyerahkan berkas-berkas kepada pihak Kejati Jawa Barat.(bunai) 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed