by

Reses di Bogor Selatan, Dadang Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

BOGORONLINE.com, Bogor Selatan – Memasuki masa reses, anggota DPRD Kota Bogor akan turun untuk menjaring aspirasi masyarakat atau konstituen di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Seperti yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bogor dari Dapil Bogor Selatan, Dadang Danubrata.

Pada masa reses kali ini, politisi PDI Perjuangan itu melakukan pertemuan dengan masyarakat wilayah Bogor Selatan di Saung Anis, Mulyaharja, Bogor Selatan pada Kamis (5/3/2020). Sejumlah aspirasi masyarakat pun mengemuka dalam pertemuan tersebut.

“Seperti yang sudah saya sampaikan pada rapat Banggar, kemudian saat bertemu pedagang kaki lima, tadipun masih ada warga Cipaku yang mempertanyakan apakah ada dana dari Pemerintah Kota Bogor di tahun 2021 mengenai perhatian kepada warga terdampak double track,” kata Dadang Danubrat seusai reses.

Kepada warga, iapun menjelaskan, bahwa hingga pembahasan, skala prioritas pembangunan Pemkot Bogor di 2021 mengenai penanganan warga terkena dampak jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi khususnya di wilayah Bogor Selatan, tidak ada.

“Dan saya sudah kritisi ini ke Pemkot Bogor. Jangankan untuk anggaran pembangunan korban double track, untuk pembuatan studi kelayakan (FS) dan Detail Engineering Design (DED) saja tidak ada sama sekali,” tambah Dadang.

Namun begitu, Dadang tak berkecil hati. Ia akan berupaya mendorong untuk pembangunan bagi warga terkena dampak melalui program Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya (BSPS). Bahkan dirinya akan berkoordinasi dengan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

“Saya juga akan koordinasi dengan DPR RI untuk ikut mengawal (BSPS). Memang untuk syaratnya warga harus memiliki lahan sendiri dan pembangunannya dari APBN, jadi beda dengan program RTLH,” jelas Dadang.

Aspirasi lainnya, lanjut Dadang, soal realisasi bantuan sosial program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Berkaitan hal ini, DPRD melalui Komisi IV berencana akan melakukan pemanggilan terhadap semua kesejahteraan masyarakat (Kemas) kelurahan. Pemanggilan itu menindaklanjuti aspirasi dari warga Muarasari dan Cikaret.

“Jadi ada aduan (kemas) ditengarai selalu mempersulit pengajuan aspirasi-aspirasi melalui kemas, seperti pembuatan SKTM dan pengajuan RTLH. Jadi ada kesan mereka memilah-milah masyarakat sesuai kedekatan. Sedangkan yang memang benar-benar membutuhkan sudah bertahun-tahun tidak terealisasi. Pertanyaan itu dari warga Muarasari dan Cikaret,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyelesaian program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 juga menjadi aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam pertemuan tersebut.

“Ada juga aspirasi mengenai penyelesaian PTSL di beberapa wilayah yang belum beres. Padahal targetnya tahun 2019 kemarin selesai untuk Bogor Selatan, karena sekarang sudah bergerak ke wilayah Bogor Utara, kalau tidak salah,” tuturnya.

Dadang mengatakan, kegiatan ini memang berguna bagi wakil rakyat untuk menjaring aspirasi masyarakat di dapilnya. Iapun hadir untuk memperjuangkan aspirasi-aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Jadi inilah gunanya reses bahwa kita sebagai anggota dewan menampung aspirasi dan Alhamdulillah tadi hadir 16 perwakilan dari kelurahan di Bogor Selatan menyampaikan aspirasinya. Insya Allah, saya akan memperjuangkannya,” tandasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed