by

Di Kota Bogor, Diah Pitaloka Sosialisasi Empat Pilar Lewat Pergelaran Wayang Golek

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pelbagai langkah dilakukan MPR RI guna mensosialisasikan empat pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI kepada masyarakat.

Seperti dilakukan Anggota MPR RI Diah Pitaloka melalui pagelaran wayang golek. Pagelaran wayang golek dengan Ki Dalang Den Laga dari Gentra Raksa Budaya sangat disambut masyarakat yang hadir tanpa mengurangi makna dari sosialisasi empat pilar MPR RI.

Diah Pitaloka mengatakan, sosialisasi empat pilar MPR RI kepada masyarakat bisa dengan metode yang lebih menyegarkan dan menghibur, sehingga tidak selalu dalam konsep yang serius. Salah satunya melalui pagelaran wayang golek.

“Kebetulan saya memang senang dengan wayang golek. Dulu pernah juga tapi bukan dalam konteks sosialisasi tapi pertunjukan wayang golek. Karena saya senang wayang golek jadi sekalian saya bikin untuk sosialisasi,” kata Diah, Ahad (21/11/2021) di Jose Gelato & Kitchen, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, kegiatan sosialisasi ini rutin dilakukan 2 atau 3 bulan sekali. Namun dengan menggunakan metode pagelaran wayang golek baru dilakukan kali ini. Sebelumnya dalam forum, di kelurahan hingga ke kampung dan bersama elemen masyarakat tertentu.

“Di hari ini saya coba lakukan sosialisasi lewat pementasan wayang golek dan terlihat masyarakat juga senang. Mungkin cocok juga kalau dibawa ke kampung. Saya rencananya akan bikin lagi,” ujarnya.

Menurut Diah, wayang golek ini media yang merarik, apalagi berisi sebuah lakon dan narasi. Seperti tokoh Cepot dan Dewala yang melambangkan suara orang-orang kecil, sehingga cukup representatif sebagai sebuah konsep untuk menarasikan kebangsaan dan kebudayaan.

Diah berpesan bahwa di tengah konteks kebangsaan hari ini, dimana banyak problematika termasuk juga kesulitan akibat pandemi Covid-19 ini, nilai kebangsaan dan persatuan menjadi salah satu nilai utama dan semangat untuk maju ke depan harus tetap ada di masyarakat.

Sementara dalam konteks sosialisasi empat pilar, sambungnya, budaya adalah salah satu nilai yang ada dalam trisakti dan itu perlu dikukuhkan dan dihidupkan dalam aktivitas keseharian.

“Kalau bisa aktivitas di daerah atau kenegaraan itu harus selalu melibatkan unsur-unsur budaya yang ada. Jangan sepi budaya dalam kehidupan berbangsa,” pungkasnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *