Suami Bunuh Istri di Tanah Sareal, Polisi: Motif Sakit Hati Ajakan Rujuk Ditolak

BOGORONLINE.com – Satreskrim Polresta Bogor Kota mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan RM (28) terhadap NA (26), yang tak lain merupakan istrinya.

Aksi pembunuhan itu terjadi dalam kamar rumah di Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Kamis (28/3/2024) sekira pukul 10.30 WIB.

Kasus tersebut pertama kali diketahui oleh keluarga tersangka, yakni ibu, tante dan adik kandungnya.

“Setelah adanya teriakan atau jeritan dari korban yang berada di kamar, mereka bertiga segera bergegas menuju kamar, namun tidak bisa masuk karena terkunci dari dalam,” kata Kabag Ops Polresta Bogor Kota, Kompol Wahyu Maduransyah, Senin (1/4/2024).

Lantaran pintu kamar tidak bisa dibuka, ibu RM lantas menghubungi suaminya yang berada di luar rumah. Mendengar kabar tersebut ayah tersangka langsung pulang dan langsung membuka paksa pintu kamar tersebut.

“Setelah pintu berhasil dibuka pelaku masih ada di dalam kamar, dan korban tergeletak di kamar dengan bersimbah darah, dan pelaku berupaya untuk melarikan diri ke tempat kerabatnya,” ungkap Wahyu.

Dari keterangan RM, dikatakan Wahyu, hubungan rumah tangganya dengan korban sedang tidak harmonis. Di waktu kejadian itu tersangka meminta rujuk dalam hubungan sebagai suami istri, namun ketika itu korban menolak.

Mendengar hal tersebut, tersangka naik pitam dan memiting leher korban. Korban sempat berontak, namun kalah tenaga hingga tersangka menindih badan korban yang sedang tidur terlentang.

Pada saat itu tersangka meraih obeng yang letaknya berada di rak perkakas dan barang tersebut ditusukkan ke korban.

“Melihat ada obeng minus, pelaku meraihnya dan memasukkannya dari arah kiri atas sehingga tusukan mengenai pipi bagian kanan korban,” ujarnya.

Setelah, lanjut Wahyu tersangka kembali menusuk korban di bagian di pipi kanan.

“Tersangka menusukan kembali obeng dengan menyilang dari arah kiri ke atas sehingga menembus pipi leher sebelah kiri secara acak dan berkali kali. Kemudian terakhir menusukan obeng tersebut ke arah bagian atas kepala,” jelasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara menuturkan sebelum kejadian korban meninggal rumah. Selama dua hari tersangka melakukan pencarian terhadap korban dan menemukannya di luar Kota Bogor.

“Ternyata korban berada di wilayah Bekasi. Seketika itu tersangka mengajak pulang korban untuk kembali lagi ke rumah hingga kejadian itu,” ujarnya.

Tidak kurang dari 24 jam pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku yang bersembunyi di rumah temannya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah kita melakukan olah TKP dengan cepat kita berhasil menemukan tersangka tidak lama setelah kejadian,” katanya.

Selain tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa obeng minus, telepon seluler, pakaian yang berbercak darah, buku nikah, dan seperangkat gagang pintu.

Akibat perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 44 UU 23/2004 tentang Penghapusan KDRT dan atau Pasal 338 KUHP. Ancamannya hukuman pidana penjara 15 tahun.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *