Merenung Akhir Tahun Pencari Nafkah Kelas Bawah di Bumi Tegar Beriman, Makin Hari Nambah Susah Saja

bogorOnline.com-GUNUNG PUTRI
Di saat kembang api menghiasi langit dan terompet bersahut-sahutan menyambut pergantian tahun, ada cerita sunyi yang nyaris tak terdengar dari sudut-sudut jalan Bumi Tegar Beriman. Cerita tentang mereka yang tetap berjuang di tengah kesulitan, ketika euforia tak lagi berpihak.

Abah Cecep (72) adalah salah satunya. Pedagang terompet keliling ini masih setia mengais rezeki setiap akhir tahun, meski harapan kian menipis. Dengan sepeda motor tua yang menjadi saksi hidupnya, Abah Cecep berkeliling menyusuri wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menawarkan terompet yang dahulu selalu laris di musim pergantian tahun.

Namun, waktu telah berubah. Penjualan terompet dari tahun ke tahun terus menurun, dan tahun ini menjadi yang paling berat ia rasakan.

“Sudah tiga hari jualan, baru laku lima terompet,” ujarnya lirih, nyaris tenggelam oleh hiruk-pikuk kendaraan yang melintas.
Terompet yang ia jual hanya dibanderol Rp10 ribu per buah. Harga yang terbilang murah, namun tetap tak cukup menarik minat pembeli. Tekanan ekonomi yang kian berat membuat daya beli masyarakat melemah, dan pedagang kecil seperti Abah Cecep berada di barisan paling rentan merasakan dampaknya.

Siang itu, Abah Cecep tampak mangkal di pinggir jalan Desa Bojong Nangka. Wajahnya lelah, tubuhnya renta, tetapi ia tetap bertahan. Duduk menunggu, berharap ada tangan yang berhenti dan membeli, meski hanya satu.

“Namanya juga cari makan, kita syukuri apa yang ada,” katanya pelan, dengan senyum tipis yang menyimpan banyak cerita saat ditemui bogorOnline.com Rabu (31/12/25).

Kisah Abah Cecep menjadi potret nyata manusia-manusia kecil yang kerap luput dari sorotan. Di balik pesta kembang api dan riuh terompet yang terdengar di berbagai sudut kota, ada perjuangan sunyi yang terus berjalan bukan untuk bersenang-senang, melainkan sekadar untuk bertahan hidup.

Akhir tahun, bagi sebagian orang, adalah tentang perayaan. Namun bagi Abah Cecep dan banyak pencari nafkah kelas bawah lainnya, akhir tahun adalah waktu untuk bertahan, berharap, dan tetap berjalan, meski langkah semakin berat.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *