Bumdes Nambo Segera Lakukan Perbaikan, Pembesaran Dombanya

bogorOnline.com-KLAPANUNGAL
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, segera lakukan pebaikan dalam pengelolaan
ketahanan pangan (Ketapang) pembesaran domba.

Pembina Bumdes Nambo Nanang mengatakan, ketahan pangan sudah diprogramkan dari desa bersama Bumdes sampai realisasi agar terlaksana. Dimana masih ia mengatakan, bibit domba saat ini berjumlah enam puluh empat yang diserahkan ke Bumdes dengan memberdayakan masyarakat diberi honor dalam pemeliharaan. Dari total dana yang di kelola dua ratus tujuh puluh juta dari alokasi Dana Desa (DD). Adapun masih ia mengatakan, kendala kemarin berupa domba yang mati hingga berdampak pada kerugian, dimana sebelumnya pihaknya sudah memberikan pengobatan dan berusaha.

“Untuk mengatasi persolan itu nanti setelah ada laba dari pembesaran, akan dibelikan domba mengganti yang mati kemarin. Supaya Bumdes bisa berjalan dengan baik,” tutur Nanang yang juga menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) itu saat ditemui bogorOnline.com di sekitar kantor desa Kamis (15/01/26).

Sebelumnya, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nambo Nesin Minda mengatakan, memang yang mati domba ada dua ekor dari total tiga puluh. Sedangkan
terkait untung ruginya setelah ada penjualan mungkin ada hitungannya.

“Terkait yang mati mungkin kita anggap usaha rugi juga,” katanya saat dihubungi melalui WA (WhatsApp) pribadinya Selasa (13/01/26).

Kepala Desa (Kades) Nambo, Nanang, menjelaskan bahwa dana tersebut telah masuk secara bertahap ke BUMDes dan digunakan untuk menjalankan program pembesaran domba yang berlokasi di RT 09/05. Program ini memanfaatkan lahan seluas 400 meter persegi dan mulai beroperasi dalam hitungan bulan terakhir.

“Dana yang sudah masuk sekitar 200 jutaan untuk pembesaran domba. Saat ini baru berjalan beberapa bulan dan baru membeli lima belas bibit domba,” ujar Nanang saat ditemui bogorOnline.com, di lokasi Selasa (09/13/25).

Nanang menambahkan, bahwa pihaknya belum dapat berbicara mengenai keuntungan karena program masih dalam tahap awal. Fokus sementara adalah menstabilkan operasional dan memastikan perawatan serta pengembangan ternak berjalan baik. Dimana program pembesaran domba ini diharapkan menjadi salah satu penguatan ekonomi desa melalui sektor peternakan, sekaligus membuka peluang pemberdayaan bagi warga sekitar. Desa menargetkan jumlah ternak dan kapasitas usaha dapat meningkat seiring berjalannya waktu.

“Kita belum bisa bicara soal untung karena baru berjalan,” tambahnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *