Cibinong – Menyikapi fenomena keberadaan media yang dinilai sudah mengalami pergeseran dari peran dan fungsinya sebagai pilar keempat Demokrasi, belasan pewarta Bogor jebolan Institus Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Lenteng Agung, Jakarta Selatan, bakal menggelar diskusi publik bertajuk “Fungsi dan Peran Media Massa Pada Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019”.
Diskusi publik yang akan dihelat di salah satu Cafe di Kawasan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Senin (30/7/2018) besok, akan menghadirkan sejumlah kalangan akademisi diantaranya Bedy Irawan sebagai Pengamat Politik Universitas Djuanda Bogor, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti, Wartawan Senior Danang Donoroso, serta puluhan pewarta cetak, online dan elektronik.
“Penyelenggaraan ini berawal dari keresahan kami terhadap fenomena yang berkembang sekarang ini, dimana pada saat Pilkada Serentak yang baru saja usai, media yang seharusnya berada pada perannya yang memiliki fungsi kontrol, sekarang ini dinilai sudah hampir terlepas dari relnya,” ungkap Ketua Panitia Penyelenggara Diskusi Publik, Irvani Ramdhan kepada awak media, Minggu (29/7/2019).
Empang (sapaan akrab) menyebut, posisi media saat ini sudah terseret-seret oleh kepentingan individu, kelompok dan elit politik. Sehingga keberadaannya sebagai pilar keempat demokrasi sudah tidak lagi berdiri kokoh secara independen.
“Media seharusnya berada di tengah melakukan kontrol atas penyelenggaraan pesta demokrasi baik terhadap para calon, penyelenggara dan masyarakat itu sendiri, bukan malah berada dibalik kepentingan ketiga unsur yang saya sebutkan tadi,” tegasnya.
Atas dasar itulah, lanjut Empang, Ia bersama belasan teman pewarta alumni IISIP yang bertugas di Bogor, berusaha untuk mengingatkan media melalui forum diskusi tersebut untuk kembali kepada jatidiri media massa yang memiliki fungsi kontrol sesuai dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.
“Walau memang tidak semudah membalikan telapak tangan, namun ini perlu diawali dan dilakukan secara masiv agar dapat memberikan pelajaran dan nilai-nilai positif bagi pewarta yang berada di garda terdepan mewakili masing-masing medianya dalam bertugas,” lanjutnya.
Menurtnya, media harus mampu membuka wawasan, mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat sebagai pembacanya melalui pemberitaan yang disajikan. Dengan begitu, masyarakat dapat menyerap informasi dan berita yang disajikan media.
“Disinilah tugas berat kita sebagai insan pers. Sebelum kita dapat mencerdaskan masyarakat pembaca, pendengar dan pemirsa, kita dituntut pula dapat mencerdaskan diri kita sendiri sebagai penyaji informasi,” ungkapnya.
Belum lagi sambung dia, pada 2019 mendatang media dihadapkan dengan hajat rakyat dalam berdemokrasi yakni penyelenggaraan Pemilu (Pileg dan Pilpres) 2019 mendatang. Media pulalah yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran politik secara baik kepada masyarakat. (adi)





